Memuat...

  • 04 February 2026 09:24 AM

Anggota DPR RI Bambang Haryo Ingatkan Jangan Ada Mafia Proyek Pasar Krian Sidoarjo

Anggota DPR RI Bambang Haryo  Ingatkan Jangan Ada Mafia Proyek Pasar Krian Sidoarjo

Bambang Haryo minta Pemkab Sidoarjo hindari mafia proyek dalam renovasi Pasar Krian. Ia dorong percepatan renovasi tanpa pembongkaran total dan dukung digitalisasi UMKM.

SIDOARJOUPDATE, KRIAN — Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mengingatkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo agar berhati-hati terhadap potensi praktik mafia proyek dalam rencana optimalisasi Pasar Krian yang sempat terbakar tahun lalu.

Politikus Partai Gerindra yang akrab disapa BHS ini menilai, berdasarkan hasil kajian teknis yang dilakukan oleh tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, struktur bangunan pasar masih dalam kondisi baik dan tidak memerlukan pembongkaran total. Ia menegaskan, cukup dilakukan renovasi agar pasar bisa segera difungsikan kembali.

“Saya sudah minta tim dari ITS mengecek langsung struktur bangunan pasar ini. Hasilnya, hampir 100 persen masih layak digunakan. Jadi tidak perlu dibongkar, cukup direnovasi saja,” ujar Bambang saat meninjau langsung kondisi Pasar Krian, Kamis (16/7/2025).

Menurut Bambang, pembongkaran total justru berpotensi merugikan pedagang yang telah lama menanti kepastian, serta membuka celah terhadap praktik proyek yang tidak berpihak kepada masyarakat.

“Saya sudah sampaikan langsung kepada Pak Bupati Sidoarjo agar pasar ini jangan dibongkar. Jangan sampai ada yang mempersulit rakyat. Kalau itu terjadi, saya sendiri yang akan melawannya,” tegasnya.

Bambang juga menyoroti lambannya penanganan pasca kebakaran yang membuat kondisi pasar tampak terbengkalai. Ia menilai, kondisi tersebut mencoreng wajah Sidoarjo sebagai daerah strategis yang berada di jalur utama nasional.

“Sudah lebih dari satu tahun pasar ini dibiarkan. Padahal ini adalah pasar besar yang dilewati ribuan orang setiap hari. Malu kalau wajahnya terus seperti ini,” katanya.

Tak hanya mendorong percepatan renovasi fisik, Bambang juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pedagang, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital. Ia menyatakan komitmennya untuk mendukung penyediaan jaringan WiFi serta pelatihan pemasaran digital, agar pelaku UMKM mampu beradaptasi dan bersaing di era transformasi digital.

“Saya akan bantu penyediaan akses WiFi dan pelatihan digital marketing, supaya para pedagang bisa promosi sendiri secara online. Mereka ini sebenarnya lebih pintar jualan daripada influencer,” ujarnya, disambut tawa para pedagang yang hadir.

Lebih lanjut, Bambang menegaskan bahwa jika anggaran renovasi sudah tersedia pada tahun anggaran 2025, maka proses pengerjaan harus segera dimulai agar tidak molor dari target penyelesaian.

“Kalau anggaran sudah ada, ya jangan ditunda-tunda lagi. Langsung kerjakan, agar bisa selesai sebelum akhir tahun dan pasar bisa segera kembali beroperasi,” pungkasnya. (RM/SN/SU.id)