Memuat...

  • 29 March 2026 02:49 AM

Bantaran Sungai di Desa Temu Sidoarjo Longsor, Pemkab Lakukan Penanganan Darurat

Bantaran Sungai di Desa Temu Sidoarjo Longsor, Pemkab Lakukan Penanganan Darurat

Bantaran sungai di Desa Temu, Prambon, Sidoarjo longsor usai hujan deras. Pemkab bergerak cepat lakukan penanganan darurat demi keselamatan warga.

SIDOARJOUPDATE - Bantaran sungai di Desa Temu, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, mengalami longsor setelah diguyur hujan deras pada Selasa (23/12/2025). Longsoran ini terjadi di dekat permukiman warga dan menimbulkan kekhawatiran akan dampak lanjutan jika tidak segera ditangani.

Longsor tersebut menyebabkan pembatas sungai amblas sepanjang kurang lebih lima meter. Lokasinya hanya dipisahkan jalan paving dari rumah warga, sehingga berpotensi mengancam bangunan di sekitarnya apabila kondisi terus memburuk.

Salah satu warga, Rahmat, mengaku peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba saat debit air sungai meningkat akibat hujan deras.

“Kemarin saat hujan deras dan air sungai mulai meninggi, tiba-tiba amblas tergerus air. Saya khawatir longsoran ini akan semakin panjang jika tidak segera diperbaiki,” kata Rahmat, Rabu (24/12/2025).

Mendapat laporan tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi langsung meninjau lokasi bersama Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Subandi menginstruksikan agar dilakukan penanganan darurat untuk mencegah longsor meluas dan mengurangi risiko terhadap rumah warga.

Sebagai langkah awal, Dinas PUBMSDA diminta memasang penahan sementara menggunakan pring bongkotan (bambu atau kayu) yang diperkuat dengan alat berat.

“Sementara ini dipasang bambu atau kayu untuk menahan air agar tidak terus mengikis tepi sungai. Tanah bekas longsor juga diuruk menggunakan alat berat,” ujar Bupati Subandi.

Langkah ini diharapkan mampu menahan tekanan aliran sungai sembari menunggu perbaikan permanen.

Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, menyatakan pihaknya segera menindaklanjuti arahan tersebut. Material perbaikan telah disiapkan dan pengerjaan akan dilakukan secepatnya.

“Untuk sementara kami lakukan perbaikan terlebih dahulu. Material sedang kami siapkan dan akan segera dipasang sampai selesai,” jelas Dwi Eko.

Ia menambahkan, normalisasi sungai di Desa Temu sebelumnya sudah dilakukan menyusul kejadian luapan air pada tahun-tahun sebelumnya.

“Sekarang alhamdulillah sudah tidak ada luapan lagi ke permukiman. Kami berharap longsor di tepi sungai ini tidak terulang,” ungkapnya.

Selain penanganan longsor, Dinas PUBMSDA juga mencatat adanya sejumlah pintu air yang akan diganti pada tahun 2026 mendatang.

“Ada beberapa pintu air yang akan kami ganti menggunakan metode pengunci lain, karena banyak yang hilang, bukan rusak,” jelas Dwi Eko.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk terus memantau proses penanganan dan memastikan pekerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. (RM/SN/SUid)