Memuat...

  • 04 February 2026 08:13 AM

Punden Mbah Retjo: Wisata Murah Keluarga di Tengah Rimbunnya Perkebunan Sidoarjo

Punden Mbah Retjo: Wisata Murah Keluarga di Tengah Rimbunnya Perkebunan Sidoarjo

Punden Mbah Retjo di Sidoarjo kini jadi wisata keluarga murah, asri, dan ramah anak dengan fasilitas lengkap dan sentuhan budaya lokal khas desa.

SIDOARJO — Terletak di balik hamparan kebun tebu Dusun Luwung, Desa Ganggangpanjang, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Punden Mbah Retjo kini menjelma menjadi destinasi wisata keluarga yang murah meriah, asri, dan ramah anak. Dulu dikenal sebagai tempat yang kental dengan nuansa mistis, kawasan ini kini ramai dikunjungi warga yang ingin bersantai bersama keluarga, terutama di akhir pekan.

Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus menelusuri jalan aspal selebar empat meter yang membelah kebun tebu. Begitu tiba, suasana sejuk langsung menyambut. Pepohonan tinggi seperti asem dan jambu meneduhkan area, ditemani semilir angin yang menambah kenyamanan. Suasana ini sangat kontras dengan kesan angker yang dulu melekat pada tempat tersebut.

punden-mbah-retjo-1.jpg

Dari Lomba Kebersihan ke Sentra Wisata

Transformasi kawasan Punden Mbah Retjo dimulai pada tahun 2022 melalui program Sidoresik — lomba kebersihan yang digagas Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Sekretaris Desa Ganggangpanjang, Anang Wahyu Ardianto, menceritakan bagaimana tempat ini semula hanya dianggap sebagai lahan terbengkalai dengan cerita-cerita magis dari masa lalu.

“Pak camat saat itu meminta tempat dekat sungai untuk ikut lomba. Setelah survei, kami pilih Punden Mbah Retjo karena memiliki lanskap yang bagus,” ujar Anang.

Menurut cerita warga, di tengah punden ini dulunya terdapat sebuah arca yang diyakini memiliki kekuatan spiritual. Arca tersebut hilang secara misterius pada era 1960-an, namun lokasi di sekitarnya tetap digunakan untuk tradisi adat seperti kenduren dan ruwah desa.

Transformasi kawasan dilakukan melalui proses bertahap. Kepala desa sempat diliputi dilema: mempertahankan nilai budaya atau membuka potensi ekonomi. Setelah berdiskusi dengan para sesepuh dan juru kunci, akhirnya disepakati bahwa kawasan ini boleh dibuka untuk publik.

Warga pun bergotong-royong membersihkan semak, memperbaiki jalan setapak, dan menata sungai yang dulunya penuh eceng gondok dan sampah. Revitalisasi berlangsung selama setahun penuh dan menghasilkan perubahan signifikan.

punden-mbah-retjo-2.jpg

Fasilitas Lengkap, UMKM Berkembang

Kini, Punden Mbah Retjo tak hanya bersih dan tertata, tapi juga dilengkapi berbagai fasilitas. Sebuah pendapa menjadi pusat aktivitas warga, sementara jalur pedestrian memudahkan pengunjung berkeliling. Pada 2024, area ini bahkan dilengkapi wahana kereta-keretaan yang melintasi tepi sungai dan sawah.

“Wahana kereta ini cukup diminati. Di hari biasa bisa 100–150 pengunjung. Kalau akhir pekan bisa sampai 700 orang,” kata Mas Carik sapaan akrab Anang.

Selain wahana bermain, kehadiran puluhan pelaku UMKM lokal turut menambah daya tarik. Sekitar 18 lapak menjajakan kuliner khas seperti lontong kupang, rujak cingur, hingga es dawet. Pada waktu-waktu tertentu, pengunjung bahkan harus antre untuk mendapatkan tempat berjualan di sini.

“Awalnya kami ikut lomba kategori UMKM, dari situ muncul banyak warung baru. Sekarang malah jadi tempat favorit ibu-ibu dan anak-anak,” ujarnya.

Pada akhir pekan, suasana makin ramai. Banyak keluarga membawa tikar, duduk santai di bawah pohon rindang sembari menikmati jajanan lokal. Kawasan ini pun secara alami tumbuh sebagai ruang interaksi sosial yang hangat dan inklusif.

punden-mbah-retjo-3.jpg

Menuju Wisata Mandiri Berbasis Desa

Meski popularitasnya meningkat, pengelolaan Punden Mbah Retjo masih dilakukan secara swadaya oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Namun dalam waktu dekat, pengelolaan akan dialihkan ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Langkah pengembangan terus dilakukan. Tahun ini, kawasan ini mendapat bantuan panel surya dari Pertamina, yang kini menjadi sumber listrik utama di siang hari. Sementara untuk malam hari, aliran listrik tetap bergantung pada PLN.

Ke depan, pemerintah desa berencana menambah sejumlah fasilitas, termasuk area bermain anak, gazebo, serta memperluas akses dan kapasitas bagi UMKM lokal. Harapannya, Punden Mbah Retjo tak hanya menjadi tempat piknik alternatif, tetapi juga ikon wisata unggulan di Sidoarjo bagian selatan.

“Tempat ini akan terus dikembangkan, apalagi jika sudah dikelola BUMDes. Kami ingin menjadikannya contoh wisata desa yang tetap menjaga nilai budaya, namun mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi warga,” pungkas Anang. (RM/SN/SU.id)

Lokasi: Dusun Luwung, Desa Ganggangpanjang, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur