Festival Sidoarjo Culture in Harmony Dorong UMKM Lokal Majukan Ekonomi Kreatif
Festival Sidoarjo Culture in Harmony 2025 ajak UMKM lokal kembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya, dipimpin Bupati Subandi dan Dekranasda Sidoarjo.
Memuat...
Dawet Beras Sidoarjo hadirkan cita rasa autentik minuman tradisional dengan topping nangka, tape, dan durian segar yang menggoda.
SIDOARJOUPDATE - Sidoarjo dikenal sebagai surganya kuliner khas Jawa Timur. Di tengah maraknya tren minuman modern, Dawet Beras Sidoarjo tetap mempertahankan pesonanya dengan cita rasa autentik dan suasana jadul yang membawa nostalgia masa lalu.
Terletak di Jl Raya Kludan No 18, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, kedai Dawet Beras Sidoarjo menjadi destinasi wajib bagi pencinta minuman tradisional.
Setiap hari, minuman ini dibuat segar dengan bahan alami dan kuah santan gurih yang berpadu sempurna dengan manisnya gula merah cair.
Menurut Sri Wahyuni, pemilik kedai yang sudah berjualan sejak 1990-an, rahasia kelezatan dawet beras ini terletak pada proses pembuatannya yang masih menggunakan cara tradisional.
“Kami tetap pakai beras pilihan dan santan segar. Gula merahnya juga kami olah sendiri agar rasa manisnya pas,” ujar Sri.
Tiga pilihan topping khas — nangka manis, tape singkong legit, dan durian creamy — membuat minuman ini semakin menggoda. Setiap tegukan menyuguhkan sensasi lembut, manis, dan segar yang khas.
Rute Menuju Dawet Beras Sidoarjo
Perjalanan menuju lokasi cukup mudah dijangkau dari Surabaya. Dari pusat kota, arahkan kendaraan ke Jl Raya Tanggulangin, kemudian lanjut ke Kecamatan Tanggulangin.
Waktu tempuh sekitar 30–45 menit, tergantung kondisi lalu lintas.
Bagi pengguna transportasi umum, bisa naik angkutan jurusan Surabaya–Tanggulangin, turun di perempatan Kludan, lalu berjalan kaki beberapa menit.
Suasana kedai yang sederhana dengan meja kayu panjang dan atap genteng tradisional menambah kesan hangat bagi para pengunjung. Banyak pelanggan datang berulang kali untuk menikmati dawet beras sambil berbincang santai dengan teman atau keluarga.
Jam Operasional Dawet Beras Sidoarjo
Agar tidak salah waktu berkunjung, berikut jadwal buka kedai Dawet Beras Sidoarjo:
| Hari | Jam Operasional |
|---|---|
| Senin | Tutup |
| Selasa – Minggu | 09.00 – 15.00 WIB |
Waktu terbaik untuk datang adalah menjelang siang, saat cuaca panas dan segelas dawet dingin terasa begitu menyegarkan.
Aneka Makanan Nostalgia yang Wajib Dicoba
Selain dawet beras, kedai ini juga menyajikan beragam makanan tradisional yang membangkitkan kenangan masa kecil.
Ada cilok jadul bumbu kacang, pentol bakso rumahan, hingga gabus pelangi berwarna-warni yang kini mulai langka.
Untuk menu berat, tersedia tahu telur bumbu kacang dengan cita rasa manis gurih yang pas, serta lontong mie berkuah petis yang legit khas Jawa Timur.
Bagi pecinta rujak, kedai ini juga menyediakan rujak buah segar seharga Rp15 ribu per porsi.
Minuman Segar dan Harga Terjangkau
Menu utama Dawet Beras Sidoarjo tetap menjadi favorit pengunjung. Berdasarkan ulasan salah satu akun food blogger lokal, dawet ini selalu ramai dipesan karena rasanya konsisten dan tidak pernah berubah sejak dulu.
Berikut daftar menu minuman yang tersedia:
| Menu | Harga |
|---|---|
| Dawet Original | Rp5.000 |
| Dawet Tape Singkong | Rp8.000 |
| Dawet Nangka | Rp15.000 |
| Dawet Durian | Rp15.000 |
| Dawet Campur | Rp20.000 |
| Es Tape | Rp8.000 |
| Es Jagung Manis | Rp5.000 |
| Es Kacang Merah | Rp10.000 |
| Es Teh | Rp5.000 |
| Es Sinom | Rp7.000 |
| Air Mineral | Rp5.000 |
“Yang paling laris tetap Dawet Durian dan Dawet Campur. Biasanya habis sebelum jam dua siang,” tutur Sri sambil tersenyum.
Kesegaran dawet berpadu aroma gula merah dan durian membuat minuman ini jadi pelepas dahaga sekaligus pengingat cita rasa masa lampau.
Di tengah gempuran minuman kekinian, Dawet Beras Sidoarjo berhasil bertahan berkat keaslian rasa dan konsistensi kualitas.
Bagi wisatawan kuliner, kedai ini bukan sekadar tempat makan, tapi juga potongan sejarah kuliner Jawa Timur yang masih hidup hingga kini. (RM/SN/detikfood)
Festival Sidoarjo Culture in Harmony 2025 ajak UMKM lokal kembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya, dipimpin Bupati Subandi dan Dekranasda Sidoarjo.
BPR Delta Artha salurkan Rp18 miliar lewat Kurda bunga 2% guna mendukung UMKM Sidoarjo naik kelas dan berdaya saing.
Cari tempat nyore Sidoarjo yang cozy? Temukan kafe kekinian dengan pemandangan sunset di sawah, working space nyaman, hingga spot unik melihat pesawat.