Padi Reborn Rayakan 28 Tahun Berkarya dengan Rilis Single 'Ego'
Padi Reborn merilis single “Ego” untuk merayakan 28 tahun perjalanan musik mereka. Lagu ini hadir dengan nuansa pop-rock modern yang menyentuh hati.
Memuat...
Tips memilih kartun yang baik untuk anak agar aman, mendidik, dan sesuai usia
SIDOARJOUPDATE - Kartun merupakan tontonan favorit bagi sebagian besar anak-anak. Namun, tidak semua kartun cocok untuk usia dini. Sebagai orang tua, penting untuk lebih cermat memilih tayangan yang tidak hanya menghibur tetapi juga aman dan mendidik.
Dilansir dari Hello Sehat, berikut lima tips penting yang bisa diterapkan untuk memilih kartun terbaik bagi anak Anda.
1. Pilih Kartun Sesuai Usia Anak
Orang tua dapat mulai memperkenalkan kartun kepada anak sejak usia 16 bulan atau lebih. Pada usia ini, anak sudah tertarik pada gerak, warna, suara, dan gambar.
Pilihlah kartun dengan rating SU (Semua Umur) untuk tayangan lokal, atau G (General Audience) untuk film internasional.
Perhatikan juga rating khusus seperti:
Rating ini biasanya ditampilkan di sudut layar TV dan menandakan tayangan ramah anak.
2. Pilih Kartun dengan Tema Bermain Sambil Belajar
Kartun idealnya tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan moral positif. Tayangan dengan pesan tentang sopan santun, empati, dan cara bersosialisasi dapat membantu perkembangan emosional anak.
Dengan menonton kartun yang mendidik, anak bisa belajar sambil bermain tanpa kehilangan unsur hiburan.
3. Hindari Kartun dengan Unsur Kekerasan
Kartun yang menampilkan aksi kekerasan, baik verbal maupun fisik, sebaiknya dihindari.
Aksi seperti memukul, menampar, atau menendang—even dalam konteks lucu atau berlebihan—dapat disalahartikan oleh anak.
“Anak-anak belum mampu membedakan antara fantasi dan realitas. Mereka bisa meniru perilaku agresif yang dilihat di layar,” jelas psikolog anak dr. Nisa Pratiwi, M.Psi.
4. Hindari Kartun dengan Konten SARA
Pastikan kartun tidak mengandung isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan). Tayangan yang mengejek, mendiskriminasi, atau memojokkan kelompok tertentu dapat berdampak buruk pada perkembangan sosial anak.
Selain itu, hindari juga kartun yang memperkuat stereotip gender, karena hal ini bisa menghambat empati dan kemampuan bersosialisasi anak di masa depan.
5. Waspadai Kartun dengan Konten Dewasa
Beberapa kartun yang tampak “lucu” justru mengandung unsur dewasa seperti bahasa kasar, kekerasan terselubung, atau humor seksual. Tayangan semacam ini tidak sesuai dengan usia anak dan dapat mengganggu perkembangan otak mereka.
Karena anak cenderung meniru apa yang mereka lihat, pengawasan dari orang tua sangatlah penting.
Peran Orang Tua Sangat Penting
Sebagai orang tua, selalu dampingi anak saat menonton kartun.
Jelaskan tayangan mana yang baik dan mana yang tidak, serta ajarkan anak untuk memilih program yang sesuai dengan usia mereka.
Dengan pendampingan aktif dan seleksi tayangan yang tepat, Anda bisa memastikan anak-anak mendapatkan tontonan yang aman, edukatif, dan menyenangkan. (RM/SN/SU.id)
Padi Reborn merilis single “Ego” untuk merayakan 28 tahun perjalanan musik mereka. Lagu ini hadir dengan nuansa pop-rock modern yang menyentuh hati.
Musik disebut bisa bantu fokus belajar. Tapi apakah benar efektif atau justru ganggu konsentrasi? Simak hasil penelitian dan tips penggunaannya di sini.
Jamu beras kencur tak hanya menyegarkan, tapi juga bermanfaat untuk stamina, pencernaan, dan imun tubuh.