Memuat...

  • 04 February 2026 09:27 AM

Zakaria Dimas Kritik Tayangan Trans7: Jangan Lukai Marwah Pesantren dan Kiai

Zakaria Dimas Kritik Tayangan Trans7: Jangan Lukai Marwah Pesantren dan Kiai

Anggota DPRD Sidoarjo Zakaria Dimas kritik tayangan Trans7 yang dinilai menyinggung pesantren dan kiai, minta Trans7 sampaikan permintaan maaf.

SIDOARJOUPDATE – Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Muh Zakaria Dimas Pratama menyoroti tayangan program Xpose Uncensored di Trans7 yang dinilai menyinggung pondok pesantren dan para kiai. Tayangan tersebut dianggap menggambarkan kehidupan santri secara keliru dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik.

Menurut Zakaria Dimas, program televisi tersebut mencederai nilai-nilai luhur yang selama ini dijaga oleh para kiai dan pesantren di Indonesia.

“Kiai dan pondok pesantren punya peran besar dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka bukan hanya pendidik spiritual, tetapi juga pembentuk karakter dan moral bangsa,” ujarnya, Senin (14/10/2025).

Dimas menegaskan bahwa pesantren selama ini menjadi benteng pendidikan akhlak dan moderasi beragama. Karena itu, lembaga penyiaran harus lebih berhati-hati dalam menayangkan konten yang menyentuh nilai-nilai keagamaan serta tradisi pesantren.

“Kita menghargai kebebasan berekspresi, tetapi tetap harus ada etika dan tanggung jawab moral. Jangan sampai tayangan hiburan justru melukai marwah pesantren dan para kiai,” tegasnya.

Zakaria Dimas juga menyoroti adegan dalam tayangan tersebut yang memperlihatkan santri membantu pembangunan pondok pesantren, namun dinarasikan seolah mereka dipaksa bekerja layaknya buruh bangunan.

“Saya pernah mondok dan ikut membantu pembangunan pondok. Tapi tidak pernah ada paksaan seperti yang digambarkan di tayangan itu,” katanya.

Menurutnya, kegiatan roan atau gotong royong dalam pesantren adalah tradisi khas yang dilakukan secara sukarela dan menjadi bagian dari pembentukan karakter santri.

“Roan itu bagian dari pendidikan karakter. Kami belajar gotong royong, mengenal dunia kerja, dan menghargai proses. Nilai-nilai seperti ini harus dipahami sebelum disiarkan ke publik,” jelas Dimas.

Ketua DPD Partai NasDem Sidoarjo tersebut mengapresiasi langkah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang menghentikan sementara tayangan program Xpose Uncensored. Namun, ia menilai pihak Trans7 juga perlu menunjukkan tanggung jawab moral atas dampak sosial yang ditimbulkan.

“Kami berharap Trans7 datang langsung ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, dan menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada seluruh pesantren di Indonesia. Itu bentuk penghormatan dan tanggung jawab moral,” ujarnya.

Dimas menilai langkah tersebut penting untuk memulihkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat hubungan antara media massa dan lembaga keagamaan.

“Santri diajarkan sopan santun dan menghormati sesama. Nilai-nilai itu juga seharusnya dijaga oleh media publik,” imbuhnya.

Menutup pernyataannya, Zakaria Dimas mengingatkan agar kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi dunia penyiaran Indonesia. Media, kata dia, memiliki tanggung jawab besar untuk menyampaikan informasi dan hiburan tanpa merusak nilai-nilai budaya maupun keagamaan.

“Kami apresiasi langkah KPI dan berharap peristiwa ini menjadi pengingat agar media lebih sensitif terhadap nilai-nilai pesantren,” pungkasnya. (RM/SN/SU.id)