Memuat...

  • 04 February 2026 09:27 AM

Wagub Emil Dardak Jenguk Korban Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny di RSI Sidoarjo

Wagub Emil Dardak Jenguk Korban Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny di RSI Sidoarjo

Wagub Jatim Emil Dardak jenguk korban musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. Tim gabungan terus lakukan evakuasi dan suplai oksigen ke lokasi.

SIDOARJOUPDATE - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjenguk korban runtuhnya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, yang dirawat di RSI Siti Hajar, Senin (29/9/2025) malam.

Usai menengok korban, Emil menegaskan bahwa tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan Damkar terus bekerja keras di lokasi kejadian.

“Tadi saya meninjau langsung ke lokasi. Semua personel berusaha semaksimal mungkin. Kami juga mendoakan semoga para korban yang masih tertimbun segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Emil kepada wartawan.

Proses Evakuasi Masih Berlangsung

Menurut Emil, sejumlah korban berhasil dievakuasi, sementara pencarian terus dilanjutkan. Petugas menggunakan berbagai cara untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat.

“Kami pastikan area dicek berulang kali. Oksigen dan air juga terus disuplai menggunakan selang agar mereka yang masih tertahan bisa bertahan selama evakuasi,” jelasnya, Selasa (30/9/2025) dini hari.

Emil juga menyampaikan bahwa banyak keluarga korban mendatangi lokasi dengan perasaan cemas. “Karena situasinya masih sangat kalut, kami belum bisa menyampaikan angka pasti jumlah korban. Proses evakuasi masih berjalan,” tambahnya.

Penanganan Korban di Rumah Sakit

Selain di RSI Siti Hajar, korban juga dirujuk ke RSUD Sidoarjo dan RS Delta Surya.

Relawan kebencanaan, Nanang Haromain, menyebut ada sekitar 45 santri korban musala ambruk yang dirawat di RSI Siti Hajar. Namun, beberapa di antaranya sudah diperbolehkan pulang karena hanya mengalami luka ringan.

“Untuk sementara, korban yang dirawat di RSI terus kami data. Pendataan ini penting agar penanganan lebih terkoordinasi. Sementara korban meninggal sedang diurus administrasinya oleh keluarga,” kata Nanang.

Sebelumnya, satu korban bernama Maulana Alfian Ibrahim, santri asal Kali Anyar Kulon, dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit. Selain itu, satu korban lainnya dalam kondisi kritis dan masih dirawat di ruang ICU RSI Siti Hajar. (RM/SN/SU.id)