Memuat...

  • 04 February 2026 08:13 AM

Unusida Raih Hibah PKM 2025, Dorong Industri Rumah Tangga Lebih Produktif dan Berdaya Saing

Unusida Raih Hibah PKM 2025, Dorong Industri Rumah Tangga Lebih Produktif dan Berdaya Saing

Unusida raih hibah PKM 2025 untuk kembangkan IRT peralatan dapur Desa Kebakalan melalui pelatihan, digital marketing, dan dukungan alat produksi.

SIDOARJOUPDATE – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) kembali mencatat prestasi dengan memperoleh hibah Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2025. Program ini dipimpin oleh dosen Teknik Industri, Taqwanur, S.T., M.MT., dengan tema “Peningkatan Ekonomi Kelompok Industri Rumah Tangga (IRT) Peralatan Dapur Desa Kebakalan dengan Konsep Productivity SMART Goal”.

Peningkatan Kapasitas Pelaku IRT

Menurut Taqwanur, program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku IRT agar lebih produktif, terarah, dan mampu bersaing di pasar. Rangkaian kegiatan berlangsung sejak Juli hingga September 2025 dengan melibatkan dosen dan mahasiswa lintas prodi.

Dosen Manajemen, Nafia Ilhama Qurratu’aini, S.E., M.M., menjelaskan program dimulai dengan sosialisasi serta pelatihan problem solving technique dan metode SMART Goal. Materi ini membantu pelaku IRT dalam merancang tujuan usaha yang terukur dan menyelesaikan permasalahan secara efektif.

Website untuk Promosi Produk

Sebagai langkah digitalisasi, tim juga membangun website Putradelta.com. Platform ini berfungsi sebagai media promosi, branding, sekaligus penjualan produk peralatan dapur.

Pelatihan pengelolaan website dipandu oleh dosen Informatika, Ahmad Khoir Al-Haq, S.Kom., M.Kom., mulai dari cara membuat postingan, mengunggah foto produk, hingga menghubungkan website dengan WhatsApp. “Website ini diharapkan menjadi strategi pemasaran modern agar produk lokal lebih dikenal luas,” ujarnya.

Digital Marketing dan Keselamatan Kerja

Selain pemasaran digital, pelaku IRT juga mendapat sosialisasi tentang keselamatan kerja dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), mengingat proses produksi melibatkan mesin dan alat tajam. Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa lintas program studi sebagai bagian dari implementasi ilmu di lapangan.

Dukungan Alat Produksi dan APD

Unusida juga memberikan dukungan berupa peralatan produksi seperti material handling equipment lifting custom, dies, dan tool box. Selain itu, tim menyediakan APD berupa sepatu safety, sarung tangan besi, dan masker untuk meningkatkan kesadaran keselamatan kerja.

“Dengan dukungan ini, diharapkan proses produksi lebih cepat, kapasitas meningkat, dan produktivitas usaha semakin optimal,” ungkap Taqwanur.

Evaluasi dan Dampak Nyata

Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan, baik dalam perencanaan usaha menggunakan metode SMART Goal, kesadaran keselamatan kerja, maupun pemanfaatan teknologi digital marketing.

“Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi juga upaya membangun pola pikir pelaku IRT agar mampu menetapkan target jelas, menjaga keselamatan, dan beradaptasi dengan teknologi,” tambah Taqwanur.

Apresiasi Mitra dan Harapan

Lukman, salah satu mitra IRT, menyampaikan apresiasi atas program ini. “Pelatihan ini membuka wawasan kami dalam menyusun target usaha. Bantuan alat produksi dan website sangat membantu untuk meningkatkan produksi dan memperluas pasar. Terima kasih kepada tim Unusida dan Kemdiktisaintek,” ujarnya.

Program hibah PKM ini tidak hanya bermanfaat bagi mitra, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa. Ke depan, Unusida berharap program serupa terus berlanjut sebagai model kolaborasi kampus dengan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi lokal berbasis inovasi. (RM/SN/SU.id)