Bantaran Sungai di Desa Temu Sidoarjo Longsor, Pemkab Lakukan Penanganan Darurat
Bantaran sungai di Desa Temu, Prambon, Sidoarjo longsor usai hujan deras. Pemkab bergerak cepat lakukan penanganan darurat demi keselamatan warga.
Memuat...
Program Unusida beri peralatan, pelatihan, dan pendampingan agar peternak Tambak Kalisogo Sidoarjo lebih mandiri dan bersaing di pasar digital.
SIDOARJOUPDATE – Peternak rakyat Desa Tambak Kalisogo, Sidoarjo, kini punya harapan baru. Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menghadirkan program pengabdian masyarakat dengan bantuan peralatan, pelatihan komprehensif, dan pendampingan lapangan agar peternak bisa lebih mandiri, efisien, serta siap bersaing di era pemasaran digital.
Sebagian besar peternak Tambak Kalisogo sebelumnya masih mengandalkan metode tradisional dalam mengelola pakan, kesehatan ternak, dan pemasaran. Akibatnya, produktivitas belum optimal, biaya tinggi, dan peluang pasar digital belum tergarap maksimal.
Tim Unusida yang dipimpin Dr. Muhafidhah Novie, M.M., merancang strategi berbasis investasi peralatan, pelatihan, dan pendampingan intensif. “Melalui program ini, kami ingin menghadirkan solusi menyeluruh, mulai dari ketersediaan peralatan, pengetahuan praktis, hingga pendampingan agar peternak bisa mengelola usaha mereka lebih profesional,” jelas Dr. Muhafidhah.
Langkah awal Unusida adalah menyalurkan peralatan bagi kelompok peternak, meliputi:
Dr. Muhafidhah menegaskan, bantuan ini bukan sekadar penyediaan alat. “Ini strategi jangka panjang untuk efisiensi biaya dan peningkatan kualitas produksi,” ujarnya.
Unusida menggelar serangkaian pelatihan, di antaranya:
“Dengan pelatihan ini, kami ingin peternak berani masuk pasar digital. Potensinya jauh lebih besar dibanding hanya mengandalkan pembeli lokal,” tegas Dr. Muhafidhah.
Keunikan program ini terletak pada pendampingan pasca-pelatihan. Tim Unusida mendampingi 19 peternak melalui lima kali kunjungan lapangan untuk evaluasi dan saran teknis. “Pendampingan memastikan program tidak berhenti di ruang kelas, tetapi memberi dampak jangka panjang,” ujar Dr. Muhafidhah.
Sejak berjalan, manfaatnya mulai dirasakan. Katirin, ketua kelompok peternak, menyebut biaya pakan berkurang, kesehatan ternak lebih terjaga, dan pemasaran online membuka peluang baru. “Dulu kami hanya menunggu pembeli datang. Sekarang mulai ada pesanan dari luar daerah lewat media sosial,” ungkapnya.
Kepala Desa Tambak Kalisogo, Sugeng, juga mengapresiasi langkah ini. “Kami berterima kasih kepada Unusida. Program ini bukan hanya menambah pengetahuan peternak, tetapi juga berdampak pada ekonomi desa,” ujarnya.
Unusida berencana melanjutkan riset dan pelatihan tambahan agar peternak terus berinovasi. “Kami berharap peternak menjaga semangat belajar. Kampus siap mendukung melalui riset lanjutan agar mereka semakin mandiri,” tegas Dr. Muhafidhah.
Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang bisa direplikasi di desa lain, sekaligus bukti nyata tridharma perguruan tinggi dalam menjembatani inovasi dan kebutuhan masyarakat. (RM/SN/SU.id)
Bantaran sungai di Desa Temu, Prambon, Sidoarjo longsor usai hujan deras. Pemkab bergerak cepat lakukan penanganan darurat demi keselamatan warga.
Pemkab Sidoarjo mengirimkan tiga usulan kenaikan UMK 2026 ke Pemprov Jatim setelah rapat Dewan Pengupahan yang melibatkan pengusaha dan serikat pekerja.
PKB Sidoarjo melatih 120 kader muda dari 18 kecamatan untuk memperkuat basis pemilih milenial dan Gen Z jelang Pemilu 2029 melalui Pendidikan Kader Loyalis.