Memuat...

  • 04 February 2026 09:28 AM

Total 52 Jenazah Santri Ponpes Al Khoziny Berhasil Dievakuasi Hingga Minggu Malam

Total 52 Jenazah Santri Ponpes Al Khoziny Berhasil Dievakuasi Hingga Minggu Malam

Hingga Minggu malam, total 52 jenazah santri Ponpes Al Khoziny berhasil dievakuasi. Proses pencarian terus dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan.

SIDOARJOUPDATE — Hingga Minggu malam (5/10/2025) pukul 21.09 WIB, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi total 52 jenazah santri Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Memasuki hari ketujuh pasca ambruknya bangunan musala, proses pencarian korban masih terus dilakukan tanpa henti. Tim berupaya keras menembus tumpukan material beton yang masih menimbun sebagian area bangunan.

Menurut Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, hingga Minggu malam, pembongkaran material reruntuhan telah mencapai sekitar 75 persen.

“Fokus pencarian kini dialihkan ke sisi kanan bangunan, karena area tersebut memiliki risiko tinggi dan diduga masih terdapat korban di bawah timbunan,” jelas Yudhi.

Ia menegaskan, tim akan terus bekerja maksimal hingga seluruh korban ditemukan.

“Tim tetap bergerak maksimal hingga seluruh korban ditemukan,” ujarnya.

Dua Jenazah Santri Kembali Teridentifikasi

Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur di RS Bhayangkara Polda Jatim kembali menyerahkan dua jenazah santri yang telah berhasil diidentifikasi kepada pihak keluarga.

Kedua jenazah tersebut telah menjalani proses pemulasaraan lengkap, mulai dari dimandikan, dikafani, hingga ditempatkan dalam peti sebelum diserahkan.

Adapun identitas kedua santri itu adalah:

  • Nuruddin (13), warga Jalan Karang Gayam, Blega, Bangkalan
  • Ahmad Rijalul Haq (16), warga Jalan Dapuan Baru I/57, Surabaya

Hingga Minggu malam, Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian pada sektor prioritas yang belum terjangkau alat berat. Proses ini dilakukan secara hati-hati untuk menghindari runtuhan susulan dan melindungi keselamatan petugas di lapangan.

Evakuasi dilakukan siang dan malam, dengan dukungan alat berat, crane, dan penerangan lapangan, serta pengawasan langsung dari unsur BNPB, TNI, Polri, dan Basarnas. (RM/SN/SU.id)