Memuat...

  • 04 February 2026 12:07 PM

Tim SAR Temukan Korban ke-14 Tragedi Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo

Tim SAR Temukan Korban ke-14 Tragedi Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo

Tim SAR gabungan menemukan korban ke-14 reruntuhan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo pada pukul 23.00 WIB. Proses evakuasi masih terus berlanjut.

SIDOARJOUPDATE – Upaya pencarian korban reruntuhan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Sidoarjo, terus dilakukan hingga Sabtu (4/10/2025) dini hari. Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban meninggal dunia pada pukul 23.00 WIB di sektor A4.

Korban tersebut langsung dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi lebih lanjut. Penemuan ini menambah jumlah korban meninggal menjadi 14 orang dari total 117 korban yang telah berhasil dievakuasi sejak awal operasi penyelamatan.

Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas RI, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menjelaskan proses pencarian di area reruntuhan berjalan penuh kehati-hatian karena kondisi bangunan yang rapuh.

“Satu korban berhasil diekstrikasi pada pukul 23.00 WIB di bagian sektor A4,” ujar Yudhi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu malam (4/10/2025).

Ia menambahkan, tim gabungan terus berupaya mempercepat pencarian tanpa mengabaikan keselamatan petugas di lapangan.

Selama operasi hari kelima, Basarnas bersama TNI, Polri, BPBD, dan relawan telah mengevakuasi total 117 santri dari reruntuhan bangunan. Dari jumlah itu, 103 santri selamat dan 14 santri meninggal dunia.

Pada Jumat (3/10/2025), tim berhasil mengangkat sembilan korban jiwa dari reruntuhan. Selain itu, Basarnas juga menerima pembaruan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur terkait satu korban yang sebelumnya dilaporkan hilang.

“Update dari Dinkes Prov. Jatim, satu orang dari daftar pencarian telah dikonfirmasi selamat dan kini berada di rumah. Telah ditambahkan ke total korban,” tutup Yudhi.

Identitas Korban yang Telah Terverifikasi

Hingga Sabtu malam, lima korban telah teridentifikasi oleh tim forensik RS Bhayangkara Surabaya. Berikut daftar namanya:

  1. Maulana Alfan Ibrahimavic (15), warga Bangkalan, domisili Bongkaran, Pabean Cantikan, Surabaya
  2. Mochammad Mashudulhaq (14), warga Kalikendal, Dukuh Pakis, Surabaya
  3. Muhammad Soleh (22), warga Tanjung Pandan, Bangka Belitung
  4. Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas (17), warga Putat Jaya, Surabaya
  5. Moch. Agus Ubaidillah (14), warga Gresik Gadukan, Morokrembangan, Surabaya

Sembilan korban lainnya masih menunggu hasil pencocokan DNA guna memastikan identitas mereka secara pasti. Proses ini dilakukan bekerja sama dengan tim medis dan laboratorium forensik Polri.

Tim SAR gabungan masih akan melanjutkan operasi pencarian hingga seluruh korban dipastikan ditemukan dan teridentifikasi. Proses evakuasi dilakukan secara bergantian, siang dan malam, dengan memperhatikan faktor keamanan di lokasi reruntuhan.

Basarnas menegaskan komitmennya untuk menuntaskan misi kemanusiaan ini sampai seluruh santri dan tenaga pengajar yang terdampak tragedi dapat dipastikan kondisinya. (RM/SN/SU.id)