Bantaran Sungai di Desa Temu Sidoarjo Longsor, Pemkab Lakukan Penanganan Darurat
Bantaran sungai di Desa Temu, Prambon, Sidoarjo longsor usai hujan deras. Pemkab bergerak cepat lakukan penanganan darurat demi keselamatan warga.
Memuat...
Tim DVI Polda Jatim berhasil mengidentifikasi tiga korban baru musala Ponpes Al Khoziny, menambah total jadi 50 dari 67 kantong jenazah.
SIDOARJOUPDATE — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur kembali mengidentifikasi tiga korban baru dari peristiwa ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo. Proses identifikasi dilakukan di RS Bhayangkara Surabaya dengan metode medis, odontologi, dan DNA.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jatim, Kombes Pol Dr. Kusnan, menjelaskan bahwa dari tiga kantong jenazah yang baru diperiksa, satu di antaranya merupakan body part milik korban yang sebelumnya telah teridentifikasi.
“Jadi kita telah menambah dua korban yang berhasil teridentifikasi,” ujar Kusnan saat konferensi pers di RS Bhayangkara Surabaya, Jumat (10/10/2025).
Tiga Korban yang Berhasil Dikenali
Hasil pemeriksaan tim forensik memastikan identitas ketiga korban sebagai berikut:
“Khusus untuk korban ketiga, identifikasi dilakukan dengan pemeriksaan DNA untuk mencocokkan bagian tubuh dengan data sebelumnya,” jelas Kusnan.
Total 50 Korban Sudah Teridentifikasi
Dengan tambahan tiga korban tersebut, hingga kini RS Bhayangkara Surabaya telah berhasil mengidentifikasi 50 korban dari 67 kantong jenazah yang diterima pasca runtuhnya musala Ponpes Al Khoziny.
Upaya identifikasi masih terus dilakukan secara teliti untuk memastikan seluruh korban dapat diketahui identitasnya secara pasti, sesuai standar prosedur DVI internasional. (RM/SN/SU.id)
Bantaran sungai di Desa Temu, Prambon, Sidoarjo longsor usai hujan deras. Pemkab bergerak cepat lakukan penanganan darurat demi keselamatan warga.
Pemkab Sidoarjo mengirimkan tiga usulan kenaikan UMK 2026 ke Pemprov Jatim setelah rapat Dewan Pengupahan yang melibatkan pengusaha dan serikat pekerja.
PKB Sidoarjo melatih 120 kader muda dari 18 kecamatan untuk memperkuat basis pemilih milenial dan Gen Z jelang Pemilu 2029 melalui Pendidikan Kader Loyalis.