Memuat...

  • 04 February 2026 10:48 AM

Tiga Korban Runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny Berhasil Diidentifikasi

Tiga Korban Runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny Berhasil Diidentifikasi

Tim DVI Polda Jatim berhasil mengidentifikasi tiga korban baru musala Ponpes Al Khoziny, menambah total jadi 50 dari 67 kantong jenazah.

SIDOARJOUPDATE — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur kembali mengidentifikasi tiga korban baru dari peristiwa ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo. Proses identifikasi dilakukan di RS Bhayangkara Surabaya dengan metode medis, odontologi, dan DNA.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jatim, Kombes Pol Dr. Kusnan, menjelaskan bahwa dari tiga kantong jenazah yang baru diperiksa, satu di antaranya merupakan body part milik korban yang sebelumnya telah teridentifikasi.

“Jadi kita telah menambah dua korban yang berhasil teridentifikasi,” ujar Kusnan saat konferensi pers di RS Bhayangkara Surabaya, Jumat (10/10/2025).

Tiga Korban yang Berhasil Dikenali

Hasil pemeriksaan tim forensik memastikan identitas ketiga korban sebagai berikut:

  1. Muhammad Alvin Mutawakilalalla (17), warga Desa Lomair, Belega, Kabupaten Bangkalan — teridentifikasi melalui pemeriksaan gigi dan medis.
  2. Muhammad Ikhlil Ibrahim Al-Aqil (15), warga Dusun Tegal Gebat, Sukorejo, Kabupaten Jember — teridentifikasi lewat gigi dan medis.
  3. Muhammad Haikal Ridwan (14), warga Dusun Barat LK Sendang Dajah, Bangkalan — teridentifikasi berdasarkan pemeriksaan DNA yang mencocokkan bagian tubuh dengan data postmortem sebelumnya.

“Khusus untuk korban ketiga, identifikasi dilakukan dengan pemeriksaan DNA untuk mencocokkan bagian tubuh dengan data sebelumnya,” jelas Kusnan.

Total 50 Korban Sudah Teridentifikasi

Dengan tambahan tiga korban tersebut, hingga kini RS Bhayangkara Surabaya telah berhasil mengidentifikasi 50 korban dari 67 kantong jenazah yang diterima pasca runtuhnya musala Ponpes Al Khoziny.

Upaya identifikasi masih terus dilakukan secara teliti untuk memastikan seluruh korban dapat diketahui identitasnya secara pasti, sesuai standar prosedur DVI internasional. (RM/SN/SU.id)