Memuat...

  • 04 February 2026 09:24 AM

Tersangka Beras Oplosan Sidoarjo Raup Rp13 Miliar Sejak 2023

Tersangka Beras Oplosan Sidoarjo Raup Rp13 Miliar Sejak 2023

CV SP Group di Sidoarjo diduga oplos beras premium dan raup Rp13,1 miliar sejak 2023. Polisi telusuri jaringan distribusi dan pihak terlibat.

SIDOARJOUPDATE, KOTA – Motif keuntungan besar menjadi latar belakang praktik beras oplosan yang dilakukan CV Sumber Pangan (SP) Group, milik tersangka berinisial MLH.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing mengungkapkan, sejak mulai beroperasi pada 2023, tersangka telah meraup keuntungan sekitar Rp13,1 miliar.

“Keuntungan bersih per bulan diperkirakan mencapai Rp546 juta dari selisih harga jual beras medium yang diklaim sebagai beras premium,” kata Kombes Tobing, Senin (4/8/2025).

Penyelidikan Masih Berlanjut

Hingga kini, penyidik Polresta Sidoarjo masih menelusuri jaringan distribusi dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Tersangka MLH saat ini diamankan di Mapolresta Sidoarjo.

Beras oplosan tersebut diproduksi di Desa Keper, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, dengan kapasitas produksi 12–14 ton per hari menggunakan tiga mesin utama.

Proses Produksi dan Modus Oplosan

Bahan baku berupa beras pecah kulit (PK) diproses melalui:

  1. Mesin poles batu (dua kali)

  2. Ayakan menir

  3. Mesin Kebi

  4. Sifter (pemisah broken)

  5. Color Sorter untuk memisahkan benda asing

Sebelum dikemas, MLH mencampur beras produksi SPG dengan beras merk Pandan Wangi untuk memberi aroma wangi, dengan perbandingan 10:1 (SPG : Pandan Wangi) dalam satuan kilogram.

Produk beras SPG dikemas dalam ukuran 3 kg (zakat), 5 kg, dan 25 kg. Beras yang diduga berkualitas medium itu dipasarkan ke wilayah Sidoarjo dan Pasuruan melalui agen, toko, serta penjualan grosir oleh tim sales. (RM/SN/SU.id)