Memuat...

  • 04 February 2026 10:48 AM

Polsek Taman Edukasi Siswa SDN Kramat Jegu 2 tentang Anti Bullying

Polsek Taman Edukasi Siswa SDN Kramat Jegu 2 tentang Anti Bullying

Polsek Taman sosialisasikan gerakan anti bullying di SDN Kramat Jegu 2 untuk wujudkan lingkungan sekolah aman dan inklusif.

SIDOARJOUPDATE – Polsek Taman Polresta Sidoarjo menggelar sosialisasi anti bullying di SDN Kramat Jegu 2, Sabtu (20/9/2025), guna menciptakan lingkungan belajar aman, nyaman, dan bebas kekerasan.

Kanit Binmas Polsek Taman AKP Abdullah Madjid memimpin kegiatan ini di aula sekolah, diikuti siswa kelas 4–6. Kegiatan disambut antusias guru, siswa, dan pihak sekolah.

Dalam sambutannya, AKP Abdullah menekankan bahwa mencegah bullying adalah tanggung jawab bersama.

“Bullying bukan sekadar bercanda. Ini bentuk kekerasan yang berdampak panjang. Guru, siswa, dan orang tua harus bersatu melawannya,” tegasnya.

Bentuk Bullying dan Dampak Dunia Maya

Abdullah menjelaskan jenis-jenis perundungan, meliputi:

  • Bullying verbal: ejekan dan hinaan.
  • Bullying fisik: pemukulan dan dorongan.
  • Bullying sosial: pengucilan dan penyebaran gosip.

Ia mengingatkan, kemajuan teknologi memunculkan cyberbullying yang lebih sulit dideteksi dan berdampak lebih luas.

polsek-taman-1.jpg

Ajak Siswa Aktif Melawan Perundungan

Dengan metode interaktif sesuai usia siswa, Abdullah mendorong mereka untuk:

  • Peka terhadap lingkungan sekitar.
  • Tidak menjadi pelaku, korban, atau pembiar bullying.
  • Melaporkan kasus kepada guru, orang tua, atau pihak berwajib.
  • Berani berkata “tidak” pada tindakan negatif.

Apresiasi dari Pihak Sekolah

Kepala SDN Kramat Jegu 2, Siti Nurhayati, mengapresiasi sosialisasi ini.

“Kegiatan seperti ini penting untuk membentuk karakter peduli dan saling menghormati. Kehadiran polisi memberi dampak positif,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat rutin dilakukan untuk memperkuat pendidikan karakter siswa.

Diskusi Interaktif dan Harapan ke Depan

Acara ditutup sesi tanya jawab, di mana siswa berbagi pengalaman terkait perundungan. Suasana akrab menunjukkan relevansi topik ini dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Dengan kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif di SDN Kramat Jegu 2 untuk menolak segala bentuk kekerasan, membangun budaya positif, inklusif, dan penuh rasa saling menghargai. (RM/SN/SU.id)