Memuat...

  • 04 February 2026 08:10 AM

PKB Sidoarjo Syukuri Gelar Pahlawan Nasional untuk Gus Dur, Kholil, dan Marsinah

PKB Sidoarjo Syukuri Gelar Pahlawan Nasional untuk Gus Dur, Kholil, dan Marsinah

DPC PKB Sidoarjo gelar tasyakuran atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional untuk Gus Dur, Syaikhona Kholil, dan Marsinah sebagai teladan generasi muda.

SIDOARJOUPDTAE - DPC PKB Sidoarjo menggelar tasyakuran sebagai bentuk rasa syukur atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Bagi PKB, Gus Dur bukan hanya ulama besar dan tokoh bangsa, tetapi juga sosok pemersatu yang mampu merangkul keberagaman.

Dalam kegiatan tersebut, PKB Sidoarjo juga mengapresiasi dua tokoh asal Jawa Timur lainnya yang turut dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, yakni Syaikhona Kholil Bangkalan dan Marsinah. Keteladanan ketiganya dinilai relevan bagi generasi muda, terutama dalam memperjuangkan nilai kemanusiaan, keadilan, dan keilmuan.

Ketua DPC PKB Sidoarjo, Abdillah Nasih, menjelaskan bahwa acara ini dihadiri jajaran pengurus PKB dari tingkat cabang hingga ranting. Perwakilan serikat buruh Sarbumusi dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sidoarjo juga turut hadir.

“Kita patut bersyukur karena tokoh-tokoh Jawa Timur seperti Gus Dur, Syaikhona Kholil, dan Marsinah menerima gelar Pahlawan Nasional,” ujar Nasih di Kantor DPC PKB Sidoarjo, Kamis malam (13/11/2025).

Nasih menegaskan bahwa ketokohan ketiga figur tersebut tidak hanya tercermin dari jasanya, tetapi juga nilai-nilai yang mereka perjuangkan. Gus Dur dikenal sebagai pembela pluralisme, tokoh kebangsaan, dan figur yang selalu menolak kekerasan.

“Nilai-nilai Gus Dur menjadi prototipe perjuangan PKB ke depan. Semangat toleransi, kebangsaan, dan kemanusiaan akan terus kami gerakkan,” katanya.

Ia juga menyoroti sosok Marsinah sebagai simbol perjuangan buruh dan masyarakat kecil. Keteguhan Marsinah, menurut Nasih, menjadi pengingat penting bahwa perjuangan untuk keadilan dan kesejahteraan rakyat harus diteruskan.

“Keadilan dan demokrasi wajib diperjuangkan. Teladan itu ada pada Marsinah,” tegasnya.

Terkait kehidupan keberagaman di Sidoarjo, Abdillah menyampaikan bahwa hubungan antarumat beragama berjalan harmonis. FKUB bersama komunitas lintas iman aktif berdialog dan saling mengunjungi rumah ibadah sebagai wujud kerukunan.

“Alhamdulillah keberagaman di Sidoarjo sangat harmonis. Masyarakat mampu hidup rukun meski berbeda,” tutupnya. (RM/SN/SU.id)