Memuat...

  • 04 February 2026 08:10 AM

Pemerintah Percepat Rekonstruksi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo atas Arahan Presiden Prabowo

Pemerintah Percepat Rekonstruksi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo atas Arahan Presiden Prabowo

Pemerintah meninjau percepatan rekonstruksi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo atas arahan Presiden Prabowo, termasuk audit bangunan dan penyusunan DED gedung baru.

SIDOARJOUPDTAE - Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan sejumlah lembaga terkait meninjau kesiapan rekonstruksi bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. Peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat proses pemulihan fasilitas pendidikan tersebut.

Sekretaris Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Andie Megantara, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan proses rekonstruksi berjalan cepat dan tepat.

“Ini arahan langsung dari Pak Presiden untuk mempercepat proses rekonstruksi pesantren,” ujarnya saat meninjau lokasi, Kamis (13/11/2025).

Tiga Ditjen PUPR Terlibat Penanganan

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Dewi Chomistriana, menjelaskan bahwa ada tiga direktorat jenderal yang terlibat dalam penanganan pembangunan ulang. Ketiganya adalah Ditjen Cipta Karya, Ditjen Prasarana Strategis, dan Ditjen Bina Konstruksi.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah sedang melakukan audit kekuatan bangunan di 80 pondok pesantren yang tersebar di sembilan provinsi. Program audit ini akan berlanjut hingga 2026 dengan cakupan wilayah yang lebih luas.

“Dari hasil audit, kita bisa mengetahui dan memberikan rekomendasi perbaikan dari sisi struktur, listrik, penangkal petir, air minum, dan sanitasi,” jelasnya.

Siapkan DED Gedung Baru Seluas 4.100 Meter Persegi

Untuk pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny, pemerintah tengah menyiapkan Detail Engineering Design (DED). Gedung baru yang akan dibangun memiliki luas mencapai 4.100 meter persegi, sesuai lahan yang telah disiapkan yayasan.

“Saat ini kami menyelesaikan administrasi tanah. Harapannya, akhir tahun ini bisa mulai dikerjakan,” kata Dewi.

Disebutkan, lokasi gedung baru akan dipindahkan dari posisi awal. Akses di lokasi lama sulit dijangkau alat berat dan dinilai berisiko saat keadaan darurat.

“Lokasi baru dekat jalan raya dan mudah diakses. Jadi pemindahan ini langkah terbaik,” tambahnya.

Bangunan Baru Utamakan Keamanan dan Kenyamanan

Dewi memastikan, desain pembangunan tidak hanya difokuskan pada struktur bangunan saja, tetapi juga pada aspek keamanan serta kenyamanan para santri. Dengan demikian, aktivitas pendidikan nantinya dapat berjalan lebih tertata dan aman.

Di sisi lain, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, Basnang Said, menegaskan bahwa perhatian pemerintah juga mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia di pesantren.

“Setelah sarana dan prasarana selesai, kami akan memanfaatkan dana abadi pesantren untuk beasiswa santri berprestasi,” paparnya.

Para santri berprestasi nantinya akan diarahkan untuk melanjutkan pendidikan ke bidang-bidang strategis seperti kedokteran dan teknik sipil. Ia juga memastikan kegiatan belajar mengajar di Ponpes Al Khoziny sudah kembali berjalan normal.

“Sejak 15 hari pascakejadian, santri sudah kembali belajar setelah menjalani trauma healing,” ujarnya. (RM/SN/SU.id)