Memuat...

  • 04 February 2026 10:50 AM

Pemerintah Percepat Pembentukan KEK Industri Halal Pertama di Sidoarjo

Pemerintah Percepat Pembentukan KEK Industri Halal Pertama di Sidoarjo

Pemerintah percepat pembentukan KEK Industri Halal pertama di Sidoarjo, target investasi Rp90 triliun dan pasar utama Timur Tengah.

Sidoarjo – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendorong percepatan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri Halal pertama di Indonesia, yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur.

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, Indonesia saat ini memiliki empat Kawasan Industri Halal (KIH) di Bintan, Cikande (Banten), Sidoarjo, dan Jababeka. Namun, perkembangan keempatnya dinilai masih tertinggal dibanding kawasan industri lainnya.

"Potensinya luar biasa. Barang yang diproduksi di China, dengan pasar di Timur Tengah, bisa diproses di Indonesia, diberi label syariah, lalu dikirim ke Timur Tengah. Tapi sejak konsep ini dimulai lima tahun lalu, belum ada sukses story," ujar Susiwijono dalam Sarasehan Ekonomi Syariah, Rabu (13/8/2025).

Target Jadi KEK Halal Pertama

Susi menjelaskan, pemerintah menargetkan KIH Sidoarjo menjadi KEK halal pertama di Indonesia. Lahan yang disiapkan seluas 800 hektare dengan target investasi lebih dari Rp90 triliun dalam 30 tahun. Saat ini, realisasi investasi baru mencapai Rp451 miliar dengan penyerapan 800 tenaga kerja.

Investor dari sektor kosmetik, farmasi, dan makanan-minuman, khususnya asal China, dikabarkan sudah bersiap masuk setelah penetapan KEK halal disahkan.

"Pasarnya nanti mulai dari proses setengah jadi hingga produk akhir, dengan pasar utama di Timur Tengah dan UEA. Potensinya besar, dan beberapa investor sudah menandatangani perjanjian dengan pihak pengelola," jelasnya.

Butuh Payung Hukum

Proses penetapan KEK halal membutuhkan Peraturan Pemerintah (PP) dan Keputusan Presiden (Keppres) tentang dewan kawasan. Susi optimistis, meski prosesnya tidak mudah, KEK halal Sidoarjo dapat segera terealisasi dan menjadi pusat produksi halal strategis bagi Indonesia.

"Empat KEK halal yang ada belum optimal. Potensi besar, investor sudah antre, dan model bisnis sudah kami siapkan. Tinggal dorongan eksekusi agar segera jalan," pungkasnya. (RM/SN/SU.id)

 

Sumber: bloombergtechnoz.com