Memuat...

  • 04 February 2026 09:28 AM

Menteri PU Pastikan Evaluasi Bangunan Ponpes agar Insiden Al Khoziny Tak Terulang

Menteri PU Pastikan Evaluasi Bangunan Ponpes agar Insiden Al Khoziny Tak Terulang

Menteri PU Dody Hanggodo pastikan seluruh bangunan pesantren di Indonesia dievaluasi agar tragedi runtuhnya Ponpes Al Khoziny tak terulang kembali.

SIDOARJOUPDATE – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi runtuhnya gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin sore (6/10/2025).

Dalam kunjungan itu, Dody menyampaikan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap bangunan pondok pesantren di seluruh Indonesia untuk mencegah tragedi serupa terulang.

“Ini kita selesaikan dulu tahap save rescue (penyelamatan korban). Setelah itu, kita evaluasi secara pelan-pelan,” kata Dody di lokasi kejadian.

Dody menegaskan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan melakukan penilaian ulang terhadap kelayakan struktur bangunan pesantren di berbagai daerah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh bangunan memenuhi standar keamanan konstruksi sesuai ketentuan teknis nasional.

“Kami akan bersama-sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah setempat untuk membenahi agar semua bangunan pondok pesantren aman dan tidak terulang lagi kejadian seperti ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, evaluasi tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dan berfokus pada perbaikan teknis konstruksi yang berpotensi membahayakan penghuni.

“Secara bertahap kita akan lakukan perbaikan sana-sini agar kejadian pokoknya tidak terulang lagi,” imbuhnya.

Saat ditanya mengenai penyebab ambruknya gedung empat lantai Ponpes Al Khoziny, Dody menegaskan bahwa Kementerian PU belum dapat memberikan kesimpulan apapun terkait adanya dugaan kegagalan konstruksi.

“Hari ini saya tidak berani berkomentar lebih karena semuanya masih fokus pada proses save rescue,” katanya.

Ia juga menyebut bahwa penilaian teknis baru akan dilakukan setelah seluruh proses evakuasi korban dan pembersihan reruntuhan selesai.

Runtuhnya bangunan musala dan asrama di Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, menelan sedikitnya 65 korban jiwa.

Tragedi tersebut mengguncang publik dan memunculkan desakan agar pemerintah memperketat pengawasan konstruksi bangunan lembaga pendidikan keagamaan, terutama yang menampung santri dalam jumlah besar.

Dody memastikan Kementerian PU tidak akan bekerja sendiri dalam melakukan evaluasi nasional bangunan pondok pesantren.

Langkah ini akan melibatkan Kementerian Dalam Negeri, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota, untuk memastikan proses pembenahan berjalan menyeluruh dan efektif.

“Kita akan bersama-sama membenahi dan memastikan keamanan bangunan pesantren di seluruh Indonesia,” tegasnya. (RM/SN/SU.id)