Memuat...

  • 04 February 2026 10:48 AM

Mensos Gus Ipul Jenguk Korban Runtuhan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo

Mensos Gus Ipul Jenguk Korban Runtuhan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo

Mensos Gus Ipul jenguk Haical, korban selamat Ponpes Al-Khoziny yang diamputasi. Pemerintah pastikan pendampingan dan bantuan penuh.

SIDOARJOUPDATE — Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap korban tragedi runtuhnya Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo.
Pada Jumat pagi (10/10/2025), Gus Ipul menjenguk Syehlendra Haical Aditya (Haical), korban selamat yang kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD R. T. Notopuro Sidoarjo setelah kakinya terpaksa diamputasi akibat infeksi serius.

Gus Ipul tiba di rumah sakit sekitar pukul 08.15 WIB, didampingi Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Restu Novi Widiani, Kepala BKD Sidoarjo Misbahul Munir, dan Direktur RSUD dr. Atok Irawan.

Setibanya di ruang HCI tempat Haical dirawat, Gus Ipul langsung memberikan semangat dan dukungan moril.

“Kamu dapat salam dari Presiden. Presiden memberikan perhatian penuh agar Haical bisa cepat sehat,” ujar Gus Ipul.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu menilai tim medis RSUD R. T. Notopuro telah bekerja secara profesional dalam menangani kondisi pasien.

“Saya lihat di sini ditangani oleh dokter-dokter profesional yang mengikuti perkembangan kesehatan anak kita, Haical,” ujarnya.

Gus Ipul juga mengingat kembali proses dramatis penyelamatan Haical, yang sempat tertimbun reruntuhan bangunan selama dua hari sebelum berhasil dievakuasi tim SAR dalam keadaan selamat pada Rabu (1/10/2025).

Ia menyebut Haical sebagai salah satu korban dengan luka berat yang membutuhkan perawatan jangka panjang serta pendampingan psikologis dan sosial.

Menurut Gus Ipul, penanganan korban dilakukan melalui beberapa tahapan berkelanjutan.

“Penanganan korban ini ada tahapannya. Setelah evakuasi dan kedaruratan yang ditangani Basarnas, BNPB, TNI-Polri, dan relawan, selanjutnya masuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi,” jelasnya.

Pada tahap rehabilitasi, pemerintah akan memprioritaskan korban yang masih membutuhkan perhatian khusus, baik luka berat, sedang, maupun ringan.

Selain bantuan medis, Kementerian Sosial juga menyiapkan program pemberdayaan dan dukungan sosial bagi keluarga korban, terutama mereka yang kehilangan anggota keluarga atau harus menyesuaikan diri pascakejadian.

“Kami akan mendampingi keluarga, terutama yang anaknya mengalami luka berat atau amputasi. Semua kebutuhan mereka akan didukung sepenuhnya sesuai arahan Presiden,” tegas Gus Ipul. (RM/SN/SU.id)