Polresta Sidoarjo Gencarkan Edukasi Anti-Bullying di Sekolah Dasar
Polresta Sidoarjo edukasi siswa SD tentang bahaya bullying dan etika bermedia sosial untuk wujudkan sekolah aman dan ramah anak.
Memuat...
Insiden guru tampar siswa di SMK Yapalis Krian, Sidoarjo, berakhir damai usai mediasi. Kedua pihak sepakat menjaga hubungan baik guru-siswa.
SIDOARJOUPDATE - Insiden penamparan siswa oleh guru di SMK Yapalis Krian, Sidoarjo, berakhir damai setelah pihak guru dan orang tua siswa sepakat melalui mediasi, Sabtu (9/8/2025).
Kepala SMK Yapalis Krian, Vulkan Abriyanto, menyampaikan bahwa proses mediasi dihadiri pengacara dan tokoh masyarakat. Dalam kesempatan itu, siswa berinisial RA (17) telah menyampaikan permintaan maaf kepada guru yang menamparnya.
“Masalah sudah diselesaikan secara damai. Guru dan orang tua siswa sepakat berdamai,” ujar Vulkan, Minggu (10/8/2025).
Video berdurasi 15 detik yang memperlihatkan guru menampar siswa di dalam kelas viral di media sosial pada Jumat (8/8/2025). Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (6/8/2025) sekitar pukul 15.30 WIB di sekolah.
RA, siswa kelas XII, awalnya meminta izin ke toilet saat jam pelajaran, namun justru pergi ke kantin untuk makan. Guru berinisial R, yang juga wali kelas RA, menegur saat berpapasan. Namun, RA kemudian naik ke lantai dua sambil membawa makanan.
Vulkan menjelaskan, saat itu kondisi sudah sore dan guru dalam keadaan lelah. Insiden ini dipicu oleh perilaku RA yang sebelumnya beberapa kali melakukan hal serupa meski telah mendapat pembinaan.
“Mungkin saat itu gurunya lelah sehingga emosi tidak terkendali,” kata Vulkan.
Aksi penamparan terekam kamera ponsel teman sekelas korban. Vulkan menyesalkan video tersebut disebarkan tanpa izin dan berharap kejadian di lingkungan sekolah bisa lebih dulu dikomunikasikan kepada pihak kepala sekolah.
Pihak sekolah menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas dan hubungan baik antara guru dan siswa.
“Kami ingin persoalan ini selesai secara kekeluargaan dan situasi sekolah tetap kondusif,” tutup Vulkan. (RM/SN/SU.id)
Polresta Sidoarjo edukasi siswa SD tentang bahaya bullying dan etika bermedia sosial untuk wujudkan sekolah aman dan ramah anak.
Kanit PPA Polresta Sidoarjo ajak pelajar SMPN 1 Wonoayu disiplin, taat aturan, dan jauhi kenakalan remaja demi masa depan yang lebih baik.
Polresta Sidoarjo membekali Pelajar Duta Kamtibmas (PDK) untuk cegah kenakalan remaja & jaga ketertiban. Generasi muda didorong jadi agen perubahan. Simak selengkapnya!