Memuat...

  • 04 February 2026 09:27 AM

Evakuasi Al-Khoziny, BNPB: Mayoritas Korban di Lantai 1

Evakuasi Al-Khoziny, BNPB: Mayoritas Korban di Lantai 1

BNPB sebut 36 korban tewas ambruknya Musala Al-Khoziny ditemukan di lantai 1. Tim SAR masih cari 27 santri tertimbun reruntuhan.

SIDOARJOUPDATE – Jumlah korban tewas akibat ambruknya bangunan musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Sidoarjo, terus bertambah. Berdasarkan data terbaru dari BNPB, hingga Minggu (5/10/2025), sebanyak 36 orang dinyatakan meninggal dunia.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, mengungkapkan bahwa sebagian besar korban ditemukan di lantai satu bangunan musala yang ambruk.

“Setahu saya, kebanyakan korban ditemukan di lantai 1. Untuk sektornya A1 dan A2 itu teknis Basarnas, tapi yang jelas paling banyak di lantai 1,” ujar Budi dalam jumpa pers di Posko Utama Tim SAR, Sidoarjo, Minggu siang.

Kendala Evakuasi: Beton Menempel pada Bangunan Lain

Budi menjelaskan, proses evakuasi masih menemui kendala teknis di lapangan. Beberapa bagian beton reruntuhan menempel pada bangunan lain, sehingga proses pemotongan harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan kerusakan tambahan.

“Ada satu kendala, yaitu beton yang menempel di sebelah kiri. Pak Muji dari ITS akan datang untuk memastikan pemotongan beton tidak menyebabkan gedung lain rusak atau runtuh,” terangnya.

27 Korban Masih Diduga Tertimbun

Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih berupaya mencari 27 santri yang diduga masih tertimbun di bawah puing-puing bangunan. Proses pencarian dilakukan secara bergantian siang dan malam dengan menggunakan alat berat serta dukungan tenaga manual di beberapa sektor yang rawan runtuh.

“Kalau dilihat dari kondisi lapangan, kegiatan ini tak akan lama lagi. Harapan saya paling lama besok itu sudah rata,” ujar Budi optimistis.

Ia menambahkan, BNPB terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, dan ITS Surabaya untuk memastikan proses evakuasi berjalan cepat dan aman.

“Saya akan mendengarkan masukan dari rekan-rekan, apa saja yang bisa BNPB bantu agar pelaksanaan ini lebih cepat dan tidak perlu menunggu hingga besok malam,” imbuhnya.

Evakuasi Diperkirakan Rampung Besok

BNPB berharap proses evakuasi dapat diselesaikan dalam waktu 24 jam ke depan. Setelah area reruntuhan diratakan, petugas akan melakukan pencocokan data korban dan tahap identifikasi lanjutan di RS Bhayangkara Surabaya.

Pemerintah daerah bersama BNPB juga menyiapkan dukungan logistik dan konseling trauma healing bagi para penyintas dan keluarga korban yang masih menunggu kabar di posko utama. (RM/SN/SU.id)