Bantaran Sungai di Desa Temu Sidoarjo Longsor, Pemkab Lakukan Penanganan Darurat
Bantaran sungai di Desa Temu, Prambon, Sidoarjo longsor usai hujan deras. Pemkab bergerak cepat lakukan penanganan darurat demi keselamatan warga.
Memuat...
Desa Gamping Rowo, Sidoarjo, menargetkan tiga kali panen setahun. BHS dukung penuh upaya petani tingkatkan ketahanan pangan nasional.
SIDOARJOUPDATE - Desa Gamping Rowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, berkomitmen meningkatkan produktivitas pertanian dengan menargetkan tiga kali panen dalam setahun. Langkah ini mendapat dukungan dari anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS), yang menilai inisiatif tersebut sejalan dengan program nasional penguatan ketahanan pangan.
Selama ini, petani Desa Gamping Rowo hanya mampu melakukan panen dua kali dalam setahun. Namun, dengan semangat kolaborasi dan dukungan kebijakan baru pemerintah, target tiga kali panen kini menjadi nyata.
BHS menyebutkan, peningkatan produktivitas tersebut adalah contoh nyata semangat petani Indonesia untuk memperkuat kemandirian pangan nasional.
“Desa ini luar biasa karena sudah berkomitmen meningkatkan produktivitas menjadi tiga kali panen dalam setahun. Ini bukti semangat petani dan dukungan kebijakan Pak Prabowo Subianto yang menaikkan alokasi pupuk dari sekitar empat juta menjadi lebih dari sembilan juta ton, tanpa birokrasi berbelit,” ujar Bambang Haryo saat menghadiri panen raya di Desa Gamping Rowo, Sidoarjo, Rabu (8/10/2025).
Menurut BHS, peningkatan alokasi pupuk bersubsidi memberi keleluasaan bagi petani untuk menyesuaikan masa tanam dan meningkatkan produktivitas. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan lahan pertanian di wilayah Tarik yang mencapai sekitar 624 hektar, agar tidak beralih fungsi.
“Pertanian bukan hanya sumber pangan, tapi juga sumber ekonomi rakyat. Dari padi menjadi beras, dari beras menjadi nasi, dan dari nasi muncul banyak kegiatan ekonomi lain di masyarakat,” tambahnya.
Dalam sesi dialog bersama petani, BHS menerima berbagai aspirasi terkait harga gabah yang stabil. Saat ini, harga gabah di Desa Gamping Rowo berkisar antara Rp7.100 hingga Rp7.300 per kilogram, berada di atas harga ideal Rp6.500 per kilogram yang diharapkan petani.
“Kami berharap harga gabah tidak turun. Dengan harga yang baik, petani bisa lebih sejahtera dan terus semangat menanam,” ujar salah satu petani setempat.
BHS juga menyoroti kondisi infrastruktur pertanian, terutama sistem irigasi dan pintu air yang perlu segera diperbaiki.
“Saya sudah melihat langsung kondisi pintu air di lapangan. Banyak yang perlu direnovasi agar aliran air tidak tersendat,” paparnya.
Menurutnya, kolaborasi antara DPR, pemerintah daerah, dan kementerian terkait menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Dengan dukungan kebijakan pupuk bersubsidi, perbaikan irigasi, serta semangat petani yang tinggi, Desa Gamping Rowo berpotensi menjadi desa percontohan pertanian produktif di Kabupaten Sidoarjo.
Perwakilan Dinas Pertanian Sidoarjo, Syafi’i, menilai peningkatan infrastruktur pengairan menjadi kunci keberhasilan program tiga kali panen ini.
“Banyak pintu air di wilayah Tarik yang sudah tua dan perlu perbaikan. Jika irigasi lancar, target tiga kali panen bisa tercapai,” ujarnya.
Langkah Desa Gamping Rowo menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain di Indonesia. Dengan dukungan kebijakan yang berpihak pada petani dan infrastruktur yang memadai, ketahanan pangan nasional bisa semakin kuat dan berkelanjutan. (RM/SN/SU.id)
Bantaran sungai di Desa Temu, Prambon, Sidoarjo longsor usai hujan deras. Pemkab bergerak cepat lakukan penanganan darurat demi keselamatan warga.
Pemkab Sidoarjo mengirimkan tiga usulan kenaikan UMK 2026 ke Pemprov Jatim setelah rapat Dewan Pengupahan yang melibatkan pengusaha dan serikat pekerja.
PKB Sidoarjo melatih 120 kader muda dari 18 kecamatan untuk memperkuat basis pemilih milenial dan Gen Z jelang Pemilu 2029 melalui Pendidikan Kader Loyalis.