Bantaran Sungai di Desa Temu Sidoarjo Longsor, Pemkab Lakukan Penanganan Darurat
Bantaran sungai di Desa Temu, Prambon, Sidoarjo longsor usai hujan deras. Pemkab bergerak cepat lakukan penanganan darurat demi keselamatan warga.
Memuat...
Tim SAR temukan 39 korban meninggal di reruntuhan Musala Al-Khoziny Sidoarjo. 25 santri masih tertimbun, pencarian terus berlanjut siang dan malam.
SIDOARJOUPDATE – Hari ketujuh pasca runtuhnya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, jumlah korban meninggal dunia terus bertambah. Hingga Minggu (5/10/2025) siang, sebanyak 39 orang dinyatakan meninggal dunia.
Tim SAR gabungan memperkirakan masih ada 25 santri yang tertimbun di bawah material bangunan yang belum sepenuhnya dibersihkan. Proses evakuasi dilakukan dengan menggabungkan alat berat dan metode manual agar tidak menimbulkan kerusakan tambahan di area pencarian.
Dua Korban Ditemukan di Sektor A2
Kasubdit RDPO Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) Basarnas, Emi Freezer, melaporkan bahwa dua jenazah berhasil dievakuasi pada Minggu pagi.
“Dua korban berhasil diekstriksi masing-masing pada pukul 10.52 WIB dan 11.45 WIB dari sektor A2,” ujar Emi Freezer.
Kedua jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi oleh tim DVI Polri.
13 Jenazah Ditemukan di Hari Ketujuh
Hingga siang hari, total 13 santri berhasil dievakuasi dari reruntuhan musala pada hari ketujuh pencarian. Satu di antaranya ditemukan dalam kondisi tidak utuh (body part).
“Proses evakuasi korban terus dilakukan dengan fokus pembersihan material beton dan puing yang menutup jalur pencarian,” tambah Emi.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus bekerja selama 24 jam bergantian untuk mempercepat proses penemuan seluruh korban.
Dengan tambahan dua korban terbaru, total keseluruhan korban yang sudah berhasil dievakuasi mencapai 143 orang. Rinciannya:
Pihak berwenang masih melanjutkan pembersihan reruntuhan di sektor A2 dan A3, area yang diperkirakan masih menyimpan sejumlah korban tertimbun.
Emi memastikan bahwa operasi evakuasi tidak akan dihentikan sebelum seluruh area musala selesai dibersihkan.
“Kami akan terus bekerja hingga semua korban ditemukan dan lokasi benar-benar steril dari puing,” tegasnya.
Hingga kini, proses pencarian masih berlangsung dengan pengawasan langsung dari BNPB dan Basarnas, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. (RM/SN/SU.id)
Bantaran sungai di Desa Temu, Prambon, Sidoarjo longsor usai hujan deras. Pemkab bergerak cepat lakukan penanganan darurat demi keselamatan warga.
Pemkab Sidoarjo mengirimkan tiga usulan kenaikan UMK 2026 ke Pemprov Jatim setelah rapat Dewan Pengupahan yang melibatkan pengusaha dan serikat pekerja.
PKB Sidoarjo melatih 120 kader muda dari 18 kecamatan untuk memperkuat basis pemilih milenial dan Gen Z jelang Pemilu 2029 melalui Pendidikan Kader Loyalis.