Memuat...

  • 04 February 2026 09:27 AM

Data Terbaru Evakuasi Ponpes Al-Khoziny: 39 Santri Meninggal

Data Terbaru Evakuasi Ponpes Al-Khoziny: 39 Santri Meninggal

Tim SAR temukan 39 korban meninggal di reruntuhan Musala Al-Khoziny Sidoarjo. 25 santri masih tertimbun, pencarian terus berlanjut siang dan malam.

SIDOARJOUPDATE – Hari ketujuh pasca runtuhnya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, jumlah korban meninggal dunia terus bertambah. Hingga Minggu (5/10/2025) siang, sebanyak 39 orang dinyatakan meninggal dunia.

Tim SAR gabungan memperkirakan masih ada 25 santri yang tertimbun di bawah material bangunan yang belum sepenuhnya dibersihkan. Proses evakuasi dilakukan dengan menggabungkan alat berat dan metode manual agar tidak menimbulkan kerusakan tambahan di area pencarian.

Dua Korban Ditemukan di Sektor A2

Kasubdit RDPO Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) Basarnas, Emi Freezer, melaporkan bahwa dua jenazah berhasil dievakuasi pada Minggu pagi.

“Dua korban berhasil diekstriksi masing-masing pada pukul 10.52 WIB dan 11.45 WIB dari sektor A2,” ujar Emi Freezer.

Kedua jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi oleh tim DVI Polri.

13 Jenazah Ditemukan di Hari Ketujuh

Hingga siang hari, total 13 santri berhasil dievakuasi dari reruntuhan musala pada hari ketujuh pencarian. Satu di antaranya ditemukan dalam kondisi tidak utuh (body part).

“Proses evakuasi korban terus dilakukan dengan fokus pembersihan material beton dan puing yang menutup jalur pencarian,” tambah Emi.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus bekerja selama 24 jam bergantian untuk mempercepat proses penemuan seluruh korban.

Total Korban Mencapai 143 Orang

Dengan tambahan dua korban terbaru, total keseluruhan korban yang sudah berhasil dievakuasi mencapai 143 orang. Rinciannya:

  • 104 orang selamat,
  • 39 orang meninggal dunia,
  • 2 korban dalam kondisi body part (jasad belum utuh).

Pihak berwenang masih melanjutkan pembersihan reruntuhan di sektor A2 dan A3, area yang diperkirakan masih menyimpan sejumlah korban tertimbun.

Emi memastikan bahwa operasi evakuasi tidak akan dihentikan sebelum seluruh area musala selesai dibersihkan.

“Kami akan terus bekerja hingga semua korban ditemukan dan lokasi benar-benar steril dari puing,” tegasnya.

Hingga kini, proses pencarian masih berlangsung dengan pengawasan langsung dari BNPB dan Basarnas, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. (RM/SN/SU.id)