Memuat...

  • 04 February 2026 09:24 AM

Bupati Subandi Percepat Normalisasi Sungai Sidoarjo di Musim Kemarau

Bupati Subandi Percepat Normalisasi Sungai Sidoarjo di Musim Kemarau

Bupati Subandi percepat normalisasi sungai Sidoarjo di musim kemarau untuk cegah banjir dan tingkatkan irigasi sawah.

SIDOARJOUPDATE, KREMBUNG - Bupati Sidoarjo, H. Subandi, mempercepat program normalisasi sungai di berbagai wilayah kabupaten. Meski sedang musim kemarau, seluruh alat berat dikerahkan untuk mengeruk sedimentasi, lumpur, dan sampah yang menghambat aliran air.

Pada Selasa (5/8/2025), Bupati Subandi memantau langsung pengerjaan normalisasi di Sungai Porong Kanal, Desa Tanjekwagir, Kecamatan Krembung. Sebanyak sembilan ekskavator milik Pemkab Sidoarjo bekerja membersihkan pendangkalan di berbagai titik sungai.

“Meski Porong Kanal ini bukan kewenangan Pemda, tapi kalau banjir yang rugi masyarakat Sidoarjo. Maka, kami berinisiatif melakukan normalisasi,” tegas Bupati Subandi.

Fokus di Musim Kemarau

bupati-subandi-2.jpg

Normalisasi sungai dipercepat di musim kemarau agar saat musim hujan, kapasitas tampung air meningkat. Bupati menegaskan, targetnya adalah pencegahan banjir sekaligus kelancaran irigasi pertanian.

“Kalau sungai dangkal seperti ini, kita tidak bisa mengatasi banjir. Karena itu, musim kemarau dimanfaatkan untuk pengerukan maksimal,” jelasnya.

Alat Berat Siaga di Beberapa Kecamatan

Selain di Krembung, normalisasi sungai juga berlangsung di Kecamatan Waru, Taman, dan Krian. Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA, Dwi Eko Saptono, menjelaskan bahwa pengerjaan di Porong Kanal sudah mencapai 4,5 km dari total target 5 km. Setelah itu, alat berat akan bergeser ke wilayah Krembung atas.

“Normalisasi ini juga dibarengi penguatan tanggul, supaya air tidak meluber saat hujan lebat. Tanggul ini juga bisa dimanfaatkan petani sebagai akses jalan,” kata Dwi.

Normalisasi Anak Sungai dan Penanganan Sampah

Satu unit ekskavator juga mengerjakan normalisasi Anak Avoer Porong di Desa Tanjekwagir sepanjang 2 km, yang kerap menyebabkan genangan air. Saat ini progresnya sudah mencapai 1 km.

Untuk menjaga kebersihan sungai, tiga ekskavator disiagakan di titik strategis seperti Dungus dan Tulangan. Sementara satu unit alat berat mobile siap dikerahkan kapan saja jika ada tumpukan sampah mendadak.

“Totalnya ada 14 alat berat yang kita gerakkan untuk percepatan normalisasi sungai,” tutup Dwi. (RM/SN/SU.id)