Memuat...

  • 04 February 2026 10:48 AM

BPBD Sidoarjo Tangani 169 Kasus Kebakaran, Lahan Kosong Jadi Penyumbang Terbanyak

BPBD Sidoarjo Tangani 169 Kasus Kebakaran, Lahan Kosong Jadi Penyumbang Terbanyak

BPBD Sidoarjo tangani 169 kebakaran Januari–Agustus 2025. Lahan kosong jadi kasus terbanyak, pos damkar ditambah di Sukodono untuk percepat respon.

SIDOARJOUPDATE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mencatat 169 kasus kebakaran terjadi sejak Januari hingga Agustus 2025. Lonjakan signifikan terlihat pada Juli dan Agustus, terutama di area lahan kosong dan tebu.

Lonjakan Kasus dalam Dua Bulan Terakhir

Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Sidoarjo, Moch Qodari, mengungkapkan sebagian besar kasus terjadi di lahan kosong.

“Sepanjang tahun ini ada sekitar 169 titik kebakaran yang ditangani BPBD Sidoarjo,” jelas Qodari, Selasa (9/9/2025).

Dari jumlah tersebut, 82 kasus menimpa lahan kosong atau lahan tebu. Sementara itu, kebakaran rumah tercatat di 39 lokasi, disebabkan antara lain korsleting listrik hingga kelalaian warga.

Selain itu:

  • Kebakaran kios dan warung: 27 kasus
  • Kebakaran industri/pabrik: 13 kasus
  • Kebakaran kantor/sekolah: 3 kasus
  • Kebakaran kendaraan bermotor: 5 kasus

“Awal tahun jumlah kebakaran relatif sedikit, baru memasuki bulan Juli dan Agustus jumlahnya meningkat tajam,” imbuh Qodari.

Upaya Edukasi dan Pencegahan Kebakaran

Untuk menekan risiko, BPBD Sidoarjo rutin melakukan sosialisasi langsung ke desa-desa. Edukasi meliputi praktik memadamkan api sederhana hingga cara evakuasi.

“Kami hampir setiap minggu keliling ke sejumlah desa untuk memberikan edukasi antisipasi kebakaran,” ujar Qodari yang akan memasuki masa pensiun Oktober 2025.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi juga mengeluarkan Surat Edaran (SE) kewaspadaan kebakaran menyusul masuknya musim kemarau.

Pos Pemadam Kebakaran di Sidoarjo

BPBD Sidoarjo kini memiliki 6 Pos Damkar aktif yang tersebar di:

  • Waru
  • Buduran
  • Sidoarjo Kota
  • Candi
  • Porong
  • Krian

Tahun ini, satu pos tambahan juga dibangun di Sukodono, memanfaatkan eks kantor kecamatan.

Menurut Qodari, idealnya setiap kecamatan memiliki pos damkar agar waktu respons lebih cepat.

“Penambahan pos damkar penting untuk mempercepat respon saat terjadi kebakaran. Posisi dekat permukiman dan kawasan industri akan mempermudah mobilitas tim,” tegasnya. (RM/SN/SU.id)