Memuat...

  • 04 February 2026 12:06 PM

Unusida Bantu Peternak Tambak Kalisogo Sidoarjo Naik Kelas Lewat Inovasi

Unusida Bantu Peternak Tambak Kalisogo Sidoarjo Naik Kelas Lewat Inovasi

Program Unusida beri peralatan, pelatihan, dan pendampingan agar peternak Tambak Kalisogo Sidoarjo lebih mandiri dan bersaing di pasar digital.

SIDOARJOUPDATE – Peternak rakyat Desa Tambak Kalisogo, Sidoarjo, kini punya harapan baru. Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menghadirkan program pengabdian masyarakat dengan bantuan peralatan, pelatihan komprehensif, dan pendampingan lapangan agar peternak bisa lebih mandiri, efisien, serta siap bersaing di era pemasaran digital.

Unusida Hadir Tingkatkan Kemandirian Peternak

Sebagian besar peternak Tambak Kalisogo sebelumnya masih mengandalkan metode tradisional dalam mengelola pakan, kesehatan ternak, dan pemasaran. Akibatnya, produktivitas belum optimal, biaya tinggi, dan peluang pasar digital belum tergarap maksimal.

Tim Unusida yang dipimpin Dr. Muhafidhah Novie, M.M., merancang strategi berbasis investasi peralatan, pelatihan, dan pendampingan intensif. “Melalui program ini, kami ingin menghadirkan solusi menyeluruh, mulai dari ketersediaan peralatan, pengetahuan praktis, hingga pendampingan agar peternak bisa mengelola usaha mereka lebih profesional,” jelas Dr. Muhafidhah.

Bantuan Peralatan Penting untuk Efisiensi Produksi

Langkah awal Unusida adalah menyalurkan peralatan bagi kelompok peternak, meliputi:

  • 4 mesin chopper (3 standar dan 1 chopper pencetak pelet)
  • 19 tong silase untuk pakan fermentasi
  • 19 bak minum ternak
  • 1 timbangan ternak

Dr. Muhafidhah menegaskan, bantuan ini bukan sekadar penyediaan alat. “Ini strategi jangka panjang untuk efisiensi biaya dan peningkatan kualitas produksi,” ujarnya.

Pelatihan Komprehensif untuk Peningkatan Kompetensi

Unusida menggelar serangkaian pelatihan, di antaranya:

  • Pembuatan Silase (28 Juli 2025) – Diikuti 30 peternak di peternakan Katirin, fokus pada teknik fermentasi hijauan agar pakan berkualitas tersedia sepanjang tahun.
  • Pemasaran Online (21 Agustus 2025) – Dilaksanakan di Balai Desa Tambak Kalisogo, diikuti 25 peternak. Materi meliputi promosi media sosial, pembuatan konten, dan transaksi digital.
  • Manajemen Usaha dan Keuangan (1 September 2025) – Diikuti 25 peternak, mengajarkan pembukuan sederhana, perhitungan biaya produksi, dan strategi pengembangan usaha.

“Dengan pelatihan ini, kami ingin peternak berani masuk pasar digital. Potensinya jauh lebih besar dibanding hanya mengandalkan pembeli lokal,” tegas Dr. Muhafidhah.

Pendampingan Intensif dan Dampak Positif

Keunikan program ini terletak pada pendampingan pasca-pelatihan. Tim Unusida mendampingi 19 peternak melalui lima kali kunjungan lapangan untuk evaluasi dan saran teknis. “Pendampingan memastikan program tidak berhenti di ruang kelas, tetapi memberi dampak jangka panjang,” ujar Dr. Muhafidhah.

Sejak berjalan, manfaatnya mulai dirasakan. Katirin, ketua kelompok peternak, menyebut biaya pakan berkurang, kesehatan ternak lebih terjaga, dan pemasaran online membuka peluang baru. “Dulu kami hanya menunggu pembeli datang. Sekarang mulai ada pesanan dari luar daerah lewat media sosial,” ungkapnya.

Kepala Desa Tambak Kalisogo, Sugeng, juga mengapresiasi langkah ini. “Kami berterima kasih kepada Unusida. Program ini bukan hanya menambah pengetahuan peternak, tetapi juga berdampak pada ekonomi desa,” ujarnya.

Komitmen Jangka Panjang Unusida

Unusida berencana melanjutkan riset dan pelatihan tambahan agar peternak terus berinovasi. “Kami berharap peternak menjaga semangat belajar. Kampus siap mendukung melalui riset lanjutan agar mereka semakin mandiri,” tegas Dr. Muhafidhah.

Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang bisa direplikasi di desa lain, sekaligus bukti nyata tridharma perguruan tinggi dalam menjembatani inovasi dan kebutuhan masyarakat. (RM/SN/SU.id)