Memuat...

  • 04 February 2026 12:06 PM

Pohon Tumbang Saat Revitalisasi Alun-Alun, Mobil dan Motor Tertimpa

Pohon Tumbang Saat Revitalisasi Alun-Alun, Mobil dan Motor Tertimpa

Sebuah mobil dan empat motor tertimpa pohon saat penebangan di Alun-Alun Sidoarjo. Pihak proyek siap memperbaiki seluruh kendaraan yang rusak.

SIDOARJOUPDATE – Peristiwa tak terduga menimpa Devi (46), warga Sidoarjo, pada Rabu pagi (29/10/2025). Ia terkejut saat mendapati mobil Honda Brio hitam miliknya tertimpa pohon di kawasan Alun-Alun Sidoarjo.

Kejadian terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, ketika Devi sedang mengikuti pengajian rutin di Masjid Agung Sidoarjo. Mobil dengan nomor polisi L 1467 DBF itu terparkir di sekitar Pendopo Delta Wibawa.

“Saya kaget. Begitu keluar dari masjid, lihat mobil saya sudah tertimpa pohon. Bagian belakangnya penyok,” ujar Devi saat ditemui di lokasi kejadian.

Pohon yang menimpa mobil dan empat sepeda motor itu ternyata bukan roboh karena angin, melainkan akibat proses penebangan untuk proyek revitalisasi Alun-Alun Sidoarjo.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Devi mengaku pihak pelaksana proyek langsung datang ke lokasi setelah kejadian dan menyatakan siap bertanggung jawab atas kerusakan kendaraan.

“Alhamdulillah, pihak proyeknya tanggung jawab. Katanya nanti mobil saya akan diperbaiki,” imbuh Devi lega.

Saksi di lapangan menyebut, arah penebangan pohon sebenarnya sudah dihitung aman, namun diduga terjadi kesalahan teknis sehingga batang pohon justru jatuh ke arah area parkir.

Hartatik, pemilik salah satu motor yang juga tertimpa pohon, menceritakan momen saat mendengar suara keras dari arah jalan.

“Saya baru keluar dari masjid, tiba-tiba dengar suara ‘brak!’ Pas dicek, motor saya kena juga. Untung cuma kaca spion dan bodi lecet sedikit,” ujarnya.

Darmanto, salah satu petugas proyek revitalisasi Alun-Alun Sidoarjo, memastikan seluruh kendaraan yang tertimpa pohon akan mendapatkan perbaikan.

“Kami akan bertanggung jawab penuh memperbaiki semua kendaraan yang tertimpa pohon. Ini bagian dari risiko kerja, dan kami pastikan diselesaikan secepatnya,” tegas Darmanto. (*)