Memuat...

  • 04 February 2026 10:46 AM

Korban Meninggal Ponpes Al-Khoziny Bertambah Jadi 54, Pencarian Terus Dilanjut

Korban Meninggal Ponpes Al-Khoziny Bertambah Jadi 54, Pencarian Terus Dilanjut

Total korban jiwa Ponpes Al-Khoziny naik jadi 54 orang. Basarnas lanjutkan pencarian, BNPB pusatkan identifikasi di RS Bhayangkara.

SIDOARJOUPDATE - Jumlah korban jiwa dalam tragedi runtuhnya musala Ponpes Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, kembali bertambah. Hingga Senin (6/10/2025) siang, total korban meninggal dunia mencapai 54 orang.

Basarnas memastikan proses pencarian terus dilakukan dengan kehati-hatian tinggi, sementara BNPB memusatkan proses identifikasi jenazah di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur, Surabaya, agar keluarga korban bisa menunggu dengan lebih tenang.

Upaya tim SAR gabungan di lokasi reruntuhan terus menunjukkan kemajuan. Satu jenazah kembali berhasil dievakuasi pada Senin siang, menambah total korban meninggal dunia menjadi 54 orang.

Kasubdit Pengerahan dan Pengendalian Operasi Basarnas, Emi Freezer, menjelaskan bahwa proses pencarian berjalan lambat karena kondisi reruntuhan sangat kompleks dan berisiko tinggi.

“Kami harus bekerja ekstra hati-hati karena banyak korban tertimbun material berat di bawah puing bangunan. Setiap potongan rangka baja kami potong dengan cermat sebelum mengevakuasi korban,” kata Emi.

Ia menambahkan, prioritas utama tim SAR adalah memastikan seluruh korban berhasil ditemukan. Semua sumber daya, termasuk alat berat, anjing pelacak, dan tim medis, telah dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi.

“Hingga siang hari ini, total korban dalam musibah ini tercatat 158 orang, terdiri dari 104 orang selamat, 54 meninggal dunia, dan lima lainnya ditemukan dalam bentuk bagian tubuh (body part),” jelasnya.

Sementara itu, BNPB meminta para keluarga dan wali santri korban untuk menunggu proses identifikasi jenazah di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan bahwa langkah ini diambil demi kenyamanan dan keamanan keluarga korban selama proses penanganan berlangsung.

“Wali santri sudah kami kumpulkan. Begitu jenazah ditemukan, langsung kami bawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk diidentifikasi. Di sana sudah disiapkan tempat yang lebih representatif serta logistik yang memadai,” ujar Suharyanto.

Menurutnya, banyak keluarga korban yang selama ini bertahan di sekitar lokasi reruntuhan untuk menyaksikan proses pencarian.

“Di tengah situasi bencana seperti ini, kami ingin keluarga korban lebih tenang. Fasilitas di RS Bhayangkara akan membantu mereka melewati hari-hari menunggu proses identifikasi dengan lebih nyaman,” tambahnya.

BNPB juga memastikan bahwa seluruh proses identifikasi dilakukan bekerja sama dengan tim DVI Polri, menggunakan metode ilmiah dan sistem data ganda untuk memastikan akurasi identitas korban.

Hingga Senin sore, tim gabungan masih terus melakukan pencarian lanjutan di dua sektor utama yang diduga masih terdapat korban tertimbun. Sementara di RS Bhayangkara, tim forensik DVI bekerja paralel melakukan pencocokan DNA dan data antemortem dari pihak keluarga.

Langkah terpadu ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana serta memberikan kepastian bagi keluarga korban yang masih menunggu kabar. (RM/SN/SU.id)