Memuat...

  • 04 February 2026 09:28 AM

Reruntuhan Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Disimpan di Area Steril TPA Jabon

Reruntuhan Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Disimpan di Area Steril TPA Jabon

Sebanyak 1.259 ton reruntuhan musala Ponpes Al Khoziny disimpan di area steril TPA Jabon Sidoarjo sebagai bagian dari proses penyelidikan lanjutan.

SIDOARJOUPDATE — Sebanyak 1.259 ton material reruntuhan bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, dititipkan sementara di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jabon. Puing-puing tersebut diangkut selama enam hari setelah proses evakuasi korban selesai dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Kepala UPT TPA Griyo Mulyo Jabon, Hajid Arif Hidayat, mengatakan total material reruntuhan dari musala yang roboh pada 29 September 2025 itu telah ditempatkan di zona steril dalam lingkungan TPA.

“Total material reruntuhan yang kami terima sebanyak 1.259,86 ton, diangkut menggunakan 286 truk DLHK dan 58 truk dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan (BBPJ) selama enam hari, mulai Kamis pagi hingga Selasa pagi,” jelas Hajid, Kamis (9/10/2025).

Menurutnya, proses pengangkutan baru dimulai setelah masa tanggap darurat dinyatakan berakhir. Pada saat itu, pihak keluarga korban telah menyetujui pembongkaran total bangunan menggunakan alat berat.

Hajid menuturkan, awal mula keterlibatan TPA Jabon bermula saat sejumlah santri SMP dari Ponpes Al Khoziny datang ke kantornya sambil menangis, meminta bantuan alat berat untuk mengevakuasi reruntuhan.

“Kami sempat bingung, lalu langsung meluncur ke lokasi. Ternyata bangunan sudah runtuh,” ujarnya.

Setelah tim SAR tiba di lokasi dan melakukan operasi pencarian hingga Rabu malam, seluruh area dinyatakan steril karena tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan. Keesokan harinya, atas persetujuan keluarga korban, bangunan dibongkar total untuk memudahkan pembersihan dan penyelidikan.

Dalam proses pembersihan, UPT TPA Jabon juga mendapat dukungan armada dari Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) PU Pusat Waru, yang turut membantu pengangkutan material reruntuhan.

“Dari tim PU memperkirakan ada 400 meter kubik tumpukan material. Kami diminta menyimpannya di area steril. Garis pengaman juga sudah dipasang dan tidak sembarang orang boleh masuk,” tegas Hajid.

Beberapa bagian material reruntuhan juga telah diberi tanda oleh penyidik kepolisian untuk kepentingan penyelidikan.

“Beberapa hari lalu, tim dari Direskrimsus Polda Jatim datang dan menandai potongan beton seperti atap dan tiang. Semua kami amankan sesuai permintaan komando tanggap darurat,” tambahnya.

Seluruh material reruntuhan kini masih berada di TPA Jabon, menunggu petunjuk dari pihak berwenang terkait tindak lanjut. Jika diperlukan, sebagian material akan digunakan sebagai barang bukti dalam penyelidikan lebih lanjut atas insiden robohnya bangunan musala tersebut. (RM/SN/*detikjatim)