Memuat...

  • 04 February 2026 09:28 AM

Hari Keenam Evakuasi Ponpes Al-Khoziny, Total Santri Meninggal 17 Orang

Hari Keenam Evakuasi Ponpes Al-Khoziny, Total Santri Meninggal 17 Orang

Tim SAR temukan tiga korban tambahan di reruntuhan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo. Total 17 korban meninggal dunia, pencarian lanjut ke sektor tengah bangunan.

SIDOARJOUPDATE – Memasuki hari keenam operasi penyelamatan korban runtuhnya Musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, tim SAR gabungan kembali mengevakuasi tiga korban tambahan pada Sabtu (4/10/2025) malam.

Dengan penemuan terbaru ini, total korban meninggal dunia akibat tragedi Ponpes Al-Khoziny mencapai 17 orang. Dari jumlah tersebut, 12 jasad dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk menjalani proses identifikasi oleh tim DVI Polri.

“Hari ini ada tiga penemuan korban, masing-masing pada pukul 14.35 WIB, korban kedua pukul 16.15 WIB, dan terakhir pukul 17.35 WIB,” kata Kepala Basarnas Surabaya, Nanang Sigit, saat memberikan keterangan pers.

Satu Korban Ditemukan Tidak Utuh

Nanang menjelaskan, salah satu korban yang ditemukan dalam kondisi body part atau tidak utuh. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan akibat penggunaan alat berat, melainkan karena korban terhimpit reruntuhan beton.

“Yang dalam kondisi body part ini diduga karena terjepit, bukan karena alat berat,” tegas Nanang.

Sebelumnya, dari total 17 korban yang telah dievakuasi, seluruhnya ditemukan dalam kondisi utuh, kecuali satu korban terakhir yang diduga terhimpit material bangunan.

Proses Pembongkaran Capai 60 Persen

Menurut laporan Basarnas, progres pembongkaran material reruntuhan menggunakan alat berat ekskavator kini telah mencapai lebih dari 60 persen.

Sepanjang hari, pembersihan material di sektor A4 berhasil diselesaikan hampir seluruhnya, menyisakan sedikit bagian yang masih perlu dibersihkan.

“Selanjutnya, kami akan bergerak menuju bagian tengah di sektor A2 dan A3. Ekskavator berjalan ke depan setelah A4, mengarah ke A2 dan A3. Di lokasi tersebut terdapat banyak kolom beton yang memerlukan upaya ekstra untuk mengevakuasi,” terang Nanang.

Fokus Pencarian di Sektor Tengah

Nanang menambahkan, hasil deteksi lapangan menunjukkan bahwa bagian tengah bangunan menjadi area dengan jumlah korban terbanyak. Tim akan memprioritaskan pencarian di sektor tersebut pada operasi berikutnya.

“Kami sedang berusaha mengakses titik tersebut,” pungkasnya. (RM/SN/SU.id)