Memuat...

  • 13 May 2026 06:52 PM

Bupati Sidoarjo Naikkan Honor Kader Kesehatan 100 Persen untuk Tekan AKI, AKB, dan Stunting

Bupati Sidoarjo Naikkan Honor Kader Kesehatan 100 Persen untuk Tekan AKI, AKB, dan Stunting

Bupati Sidoarjo Subandi naikkan honor kader kesehatan jadi Rp100 ribu per bulan untuk dukung penurunan AKI, AKB, dan stunting.

SIDOARJO - Bupati Sidoarjo Subandi resmi menaikkan honor kader kesehatan dari Rp50.000 menjadi Rp100.000 per bulan. Kebijakan ini diambil untuk memperkuat peran kader dalam menekan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta prevalensi stunting di wilayahnya.

“Kader kesehatan adalah garda terdepan dalam memberikan edukasi, pendampingan, hingga tindakan awal membantu masyarakat,” ujar Subandi saat membuka Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (7/8/2025).

Peran Strategis dalam Program Germas

bupati-sidoarjo-subandi-4.jpg

Subandi menekankan pentingnya peran kader kesehatan dalam menyukseskan program Germas di Sidoarjo. Tugas mereka meliputi: Edukasi pola hidup bersih dan sehat, Ajak konsumsi buah dan sayur, Cek kesehatan rutin, Kampanye anti rokok dan alkohol

Selain menaikkan honor, Pemkab Sidoarjo juga memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan untuk seluruh kader posyandu.

“Kami libatkan semua pihak lintas sektor agar Germas berjalan maksimal. Tidak hanya edukasi, tapi juga peningkatan pelayanan kesehatan,” tegas Subandi.

Peningkatan Kapasitas Kader

bupati-sidoarjo-subandi-a.jpeg

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmi Herawati Yuwantina, menilai peningkatan honor dan kapasitas kader menjadi kunci keberhasilan penurunan AKI, AKB, dan stunting secara berkelanjutan.

“Honor yang naik ini menjadi motivasi. Namun, keterampilan teknis juga sangat penting agar kader siap menghadapi tantangan kesehatan di lingkungan mereka,” ujarnya.

Data Terbaru Kesehatan Sidoarjo

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, AKI di Sidoarjo naik dari 46,12 menjadi 82,56 per 100.000 kelahiran hidup pada 2024. AKB juga meningkat dari 3,15 menjadi 5,9 per 1.000 kelahiran hidup.

Sementara itu, prevalensi stunting balita berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 tercatat sebesar 8,4 persen. (RM/SN/SU.id)