Memuat...

  • 04 February 2026 10:47 AM

Evakuasi Musala Al Khoziny Tuntas, 61 Korban Jiwa dan 7 Body Part Ditemukan

Evakuasi Musala Al Khoziny Tuntas, 61 Korban Jiwa dan 7 Body Part Ditemukan

BNPB resmi menutup operasi pencarian korban runtuhnya musala Ponpes Al Khoziny. Total 61 korban ditemukan, identifikasi jenazah masih berlanjut di RS Bhayangkara.

SIDOARJOUPDATE – Operasi pencarian korban ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, resmi ditutup pada Selasa (7/10/2025).

Dari hasil akhir, sebanyak 61 korban meninggal dunia berhasil ditemukan, termasuk tujuh potongan bagian tubuh (body part) yang kini tengah dalam proses identifikasi oleh tim DVI Polri.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan menyampaikan bahwa seluruh alat berat yang digunakan untuk mengangkat puing-puing reruntuhan telah menyelesaikan tugasnya pada Selasa dini hari.

“Alhamdulillah sekarang sudah rata dan diketemukan 61 korban jiwa,” ujar Mayjen Budi Irawan.

Ia menambahkan, seluruh korban, termasuk potongan tubuh, telah dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk dilakukan proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Menurut Budi, tujuh potongan tubuh yang ditemukan belum dapat dipastikan identitasnya. Kemungkinan, bagian tubuh tersebut berasal dari dua korban yang sebelumnya masih tercatat dalam pencarian oleh posko darurat.

“Masih ada dua dari data kami yang belum ditemukan, tetapi ada tujuh body part yang ditemukan. Kita tunggu hasil DVI untuk memastikan apakah itu bagian dari dua korban tersebut,” jelasnya.

Hingga operasi pencarian resmi berakhir, total korban mencapai 165 jiwa.
Rinciannya:

  • 61 korban meninggal dunia (termasuk tujuh body part),
  • 104 orang selamat, terdiri dari:
    • 4 masih dalam perawatan,
    • 99 telah kembali ke rumah,
    • 1 tidak memerlukan perawatan medis.

Dari korban meninggal, 17 jenazah telah berhasil diidentifikasi, sementara sisanya masih dalam proses oleh tim ahli forensik dan DVI.

Dengan selesainya operasi pencarian, BNPB kini memasuki tahap transisi menuju fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Tanggung jawab operasional akan dialihkan kepada BPBD Provinsi Jawa Timur, sementara BNPB tetap melakukan pendampingan aktif.

“Setelah transisi ini, kita serahkan kepada BPBD Provinsi Jawa Timur. Namun BNPB akan tetap mendampingi,” kata Budi.

Selama masa transisi, fokus utama adalah melanjutkan proses identifikasi korban serta pendampingan psikologis dan sosial bagi keluarga santri terdampak.

BNPB juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) guna melakukan investigasi serta audit struktur bangunan lain di kawasan tersebut.

Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan kelayakan konstruksi, sekaligus mencegah tragedi serupa terulang.

“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, kami akan mendampingi asesmen semua bangunan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegas Budi. (RM/SN/SU.id)