Memuat...

  • 04 February 2026 12:07 PM

Basarnas Akhiri Operasi SAR Al-Khoziny dengan Doa di Tengah Reruntuhan

Basarnas Akhiri Operasi SAR Al-Khoziny dengan Doa di Tengah Reruntuhan

Basarnas resmi menutup operasi SAR Ponpes Al Khoziny. Penutupan diwarnai doa haru di tengah reruntuhan usai sembilan hari pencarian korban.

SIDOARJOUPDATE – Di tengah hamparan puing dan tanah yang kini rata, sejumlah anggota Basarnas menundukkan kepala dan berdoa bersama di lokasi runtuhnya musala Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/10/2025).

Dengan pakaian oranye yang masih berdebu, doa itu menjadi penanda berakhirnya perjuangan sembilan hari tanpa henti dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban tragedi tersebut.

“Proses evakuasi sudah selesai. Kami bersyukur semuanya berjalan lancar. Semoga para korban diterima di sisi Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar salah satu anggota Basarnas di lokasi.

Selama sembilan hari terakhir, suasana di lokasi penuh keheningan dan haru. Ratusan personel SAR gabungan telah bekerja siang dan malam, menembus puing demi puing demi menemukan para santri dan penghuni pondok yang tertimbun reruntuhan.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, secara resmi menyatakan operasi pencarian dan penyelamatan di Ponpes Al Khoziny resmi ditutup.

Keputusan ini diambil setelah seluruh korban berhasil dievakuasi dan area dinyatakan aman.

anggota-basarnas-berdoa-bersama.jpg

“Berdasarkan ketentuan undang-undang serta hasil evaluasi dan masukan dari berbagai pihak, maka saya selaku Kepala Basarnas sekaligus SAR Koordinator menyatakan bahwa operasi SAR akibat bangunan runtuh di Ponpes Al-Khoziny resmi ditutup,” kata Syafii.

Penutupan dilakukan langsung di lokasi tragedi, disaksikan Sekdaprov Jawa Timur Adhy Karyono dan Ketua PCNU Sidoarjo KH Zaenal Arifin.

Dalam operasi yang berlangsung selama sembilan hari itu, Basarnas bersama tim gabungan berhasil mengevakuasi 171 korban.
Rinciannya:

  • 104 orang selamat,
  • 67 orang meninggal dunia,
  • Termasuk delapan bagian tubuh (body pack) yang ditemukan terpisah.

Syafii menjelaskan bahwa laporan hasil operasi disusun berdasarkan kondisi lapangan.

“Kalau yang ditemukan masih hidup disebut korban selamat, kalau tidak, maka dilaporkan sebagai body pack atau kantong jenazah. Dalam operasi ini juga ditemukan beberapa bagian tubuh,” paparnya.

Seluruh korban telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur untuk proses identifikasi di RS Bhayangkara Surabaya.

Syafii mengimbau masyarakat dan keluarga korban agar menunggu hasil resmi identifikasi dari tim DVI.

“Dengan berakhirnya operasi ini, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja tanpa kenal lelah selama sembilan hari,” ujarnya.

Doa bersama di lokasi runtuhan menjadi simbol penghormatan terakhir bagi para korban sekaligus bentuk rasa syukur seluruh tim atas selesainya tugas kemanusiaan ini.

Beberapa anggota Basarnas tampak meneteskan air mata saat doa dipanjatkan. Di antara puing-puing, aroma tanah dan debu bercampur dengan haru — menandai berakhirnya satu babak duka panjang yang menyentuh hati masyarakat luas. (RM/SN/SU.id)