Memuat...

  • 04 February 2026 12:06 PM

Gedung Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk Usai Salat Ashar, Evakuasi Masih Berlangsung

Gedung Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk Usai Salat Ashar, Evakuasi Masih Berlangsung

Gedung Ponpes Al Khoziny Sidoarjo ambruk usai salat Ashar, Senin (29/9/2025). Proses evakuasi santri masih berlangsung, korban belum terdata pasti.

SIDOARJOUPDATE – Suasana duka menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Desa Buduran, Sidoarjo, Senin (29/9/2025) sore. Gedung mushola tiga lantai di kompleks pesantren itu mendadak ambruk sekitar pukul 15.00 WIB, tak lama setelah para santri melaksanakan salat Ashar berjamaah. Hingga malam, proses evakuasi korban masih berlangsung.

Kronologi Ambruknya Gedung Ponpes

Bangunan tiga lantai tersebut roboh usai dilakukan pengecoran lantai atas pada malam sebelumnya. Bagian dasar gedung yang difungsikan sebagai mushola runtuh bersamaan dengan suara gemuruh keras.

Munir, Ketua RT 7 RW 3 Buduran, menjadi saksi langsung detik-detik bangunan itu ambruk.
“Habis jamaah Ashar, sekitar jam tiga, terdengar suara gemuruh dan ada getaran seperti gempa. Ternyata mushola pondok ambruk,” ujarnya.

Ia menambahkan, pondok sebelumnya sudah meminta izin pengecoran. Namun, ia tidak menyangka konstruksi akan roboh saat masih dalam proses pembangunan.

Kesaksian Santri yang Selamat

Wahid, salah satu santri yang berhasil selamat, menceritakan suasana mencekam saat musibah terjadi.
“Waktu salat Ashar, di rakaat kedua sudah terasa getaran. Tiba-tiba sisi kiri mushola ambruk. Ada sekitar 100 santri yang ikut berjamaah,” ucapnya dengan suara bergetar.

Santri yang selamat langsung dievakuasi ke gedung kampus Al Khoziny. Sementara korban luka dilarikan ke RSUD Notopuro dan RSI Siti Hajar untuk mendapat perawatan medis.

Upaya Evakuasi Korban

Hingga pukul 18.12 WIB, tim gabungan dari BPBD Jawa Timur, TNI, dan Polri terus berjibaku melakukan pencarian dan penyelamatan. Alat berat sudah dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi. Namun, jumlah pasti korban masih belum bisa dipastikan.

“Masih ada santri yang terjebak di dalam, tapi kita belum tahu jumlah pastinya,” kata Munir menambahkan.

Sejumlah pejabat daerah juga turun langsung ke lokasi. Bupati Sidoarjo Subandi bersama Wakil Bupati Mimik Idayana terlihat mendampingi proses evakuasi. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, turut hadir memantau penanganan korban di lokasi kejadian. (RM/SN/SU.id)