Memuat...

  • 04 February 2026 01:17 PM

Evakuasi Ponpes Al Khoziny: Dua Santri Ditemukan Meninggal di Area Tempat Wudlu

Evakuasi Ponpes Al Khoziny: Dua Santri Ditemukan Meninggal di Area Tempat Wudlu

Tim SAR evakuasi dua santri Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang tertimpa reruntuhan. Total tujuh korban ditemukan meninggal, 57 masih hilang.

SIDOARJOUPDATE - Upaya pencarian korban reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, kembali membuahkan hasil. Pada Jumat pagi (3/10/2025), Tim SAR gabungan mengevakuasi dua santri yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kedua jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya, untuk menjalani proses identifikasi oleh tim DVI.

Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), membenarkan penemuan tersebut.

“Kita berhasil mengevakuasi dua santri. Salah satunya ditemukan di area tempat wudlu, tertimpa reruntuhan di sana,” ungkap Bramantyo dalam keterangan resminya, Jumat pagi.

Evakuasi korban pertama dilakukan sekitar pukul 06.50 WIB, disusul korban kedua pada pukul 07.36 WIB.
“Apakah korban sedang berwudlu atau hanya melintas selepas salat, kami tidak tahu. Yang jelas, korban tertimpa reruntuhan di area tersebut,” jelasnya.

Dengan penambahan dua korban ini, jumlah santri yang ditemukan meninggal dunia sejak penggunaan alat berat dimulai kini mencapai tujuh orang.

Secara keseluruhan, lima hari pasca musibah, tercatat 57 santri masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material bangunan musala yang ambruk saat dalam tahap pembangunan.

Hingga Jumat pagi, ratusan personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan masih berjibaku di lokasi. Proses pencarian dilakukan menggunakan alat berat sekaligus manual di titik-titik yang diperkirakan menjadi lokasi para korban.

Sejumlah ambulans juga disiagakan untuk mempercepat penanganan medis maupun pemindahan jenazah jika korban kembali ditemukan.

Bramantyo menegaskan, operasi pencarian tidak akan dihentikan sampai seluruh korban berhasil ditemukan.
“Tim SAR gabungan akan terus berupaya maksimal hingga seluruh korban berhasil ditemukan. Operasi tidak akan dihentikan sebelum pencarian dinyatakan tuntas,” tegasnya. (RM/SN/SU.id)