Memuat...

  • 04 February 2026 12:06 PM

Bupati Subandi Ajak Fatayat NU Bersinergi Tekan Angka Stunting di Sidoarjo

Bupati Subandi Ajak Fatayat NU Bersinergi Tekan Angka Stunting di Sidoarjo

Bupati Subandi ajak Fatayat NU Sidoarjo bersinergi tekan stunting. Prevalensi turun dari 16,1% ke 8,4%. Target 2025 di bawah 10%.

SIDOARJOUPDATEBupati Sidoarjo, Subandi, mengajak seluruh kader Fatayat NU dari tingkat ranting hingga cabang se-Kabupaten Sidoarjo untuk bersinergi menekan angka stunting. Ajakan ini disampaikan saat kegiatan Gerakan Cegah Stunting bagi Fatayat di Delta Graha Sekretariat Kabupaten Sidoarjo, Kamis (11/9/2025).

Peran Strategis Fatayat NU dalam Keluarga

Menurut Subandi, Fatayat NU memiliki posisi strategis karena menjadi bagian penting dalam pembinaan keluarga.

“Fatayat NU adalah pondasi keluarga. Dari rahim keluarga yang sehat akan lahir generasi yang sehat pula. Karena itu saya mengajak seluruh kader Fatayat NU untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu, agar sadar pentingnya gizi, pola asuh, dan kesehatan anak. Dengan kebersamaan ini, angka stunting di Sidoarjo bisa terus ditekan,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Sinergi berbagai elemen masyarakat sangat diperlukan.

Data Penurunan Stunting dan Target 2025

bupati-subandi-a-5.jpg

Subandi memaparkan data Dinas Kesehatan Sidoarjo yang menunjukkan prevalensi stunting turun dari 16,1% (SSGI 2022) menjadi 8,4% pada 2023. Pemkab menargetkan prevalensi turun di bawah 10% pada 2025, selaras dengan target nasional.

“Target ini tidak akan tercapai tanpa gotong royong. Peran Fatayat NU yang dekat dengan keluarga adalah kunci. Bersama PKK, kader posyandu, dan tenaga kesehatan, Fatayat NU bisa menjadi motor penggerak pencegahan stunting di setiap desa,” tambahnya.

Generasi Emas Berawal dari Keluarga Kuat

Subandi optimistis angka stunting dapat terus ditekan melalui kerja sama dengan Fatayat NU.

“Jika Fatayat NU menjadi pondasi keluarga yang kokoh, InsyaAllah Sidoarjo akan melahirkan generasi emas yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya.

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi, turut hadir memberikan paparan tentang pentingnya menjaga nutrisi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Seribu hari pertama kehidupan tidak boleh terlewatkan. Ibu hamil, bayi, dan balita harus mendapatkan asupan gizi seimbang, perhatian, dan pola asuh yang tepat. Jika pondasi keluarga kuat, maka generasi yang lahir akan sehat, cerdas, dan siap bersaing,” jelasnya.

Sriatun juga menekankan perlunya pemanfaatan lahan rumah untuk sumber pangan bergizi.

“Langkah ini sejalan dengan peran Fatayat NU sebagai penguat keluarga dan penggerak masyarakat,” ucapnya. (RM/SN/SU.id)